Sejak pukul 14.00 Wita. Banjir meliputi kota Bima.
Hampir seluruh kota dikepung banjir.
Ribuan Rumah di Bima Terendam Banjir Hingga Dua Meter. Banjir juga membuat Kota Bima Gelap dan Tanpa Akses Komunikasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan hujan deras yang merata di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada Rabu (21/12) dini hari menyebabkan banjir besar di beberapa daerah. Akibatnya ribuan rumah terendam banjir di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa.
Ribuan rumah terendam (jumlah belum terdata). Warga terdampak saat ini sedang menyelamatkan diri ke tempat yangg aman. Pihak Pemerintah, TNI POLRI, MDMC, dan sejumlah relawan lain masih berupaya melakukan evakuasi dan pengobatan bagi warga yang luka-luka. Kebutuhan sementara Perahu Evakuasi, Tenda Darurat, Selimut, Air Bersih, Makanan, Obat-obatan, pakaian, dan lain-lain.
Tahanan LP kota Bima juga dievakuasi. Ketinggian 2 meter di wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na’e. Seluruh wilayah ini berada di kota Bima. (Sumber: LAZ DASI NTB)
Relawan Dompet Dhuafa bekerjasama mitra LAZ DASI NTB sudah berada di lokasi dan menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang Bima (22/12/12)
Mari Bergerak, bersinergi, #LoveBima
Dukung tim respon Dompet Dhuafa di Bima, donasi melalui dompet #LoveBima
Salurkan donasi Anda melalui :
?? Bank Mandiri 15200.2299.9292
a.n Yayasan Dompet Dhuafa Republika
Tambahkan angka (25) pada digit terakhir nominal transfer Anda
Sungguminasa– Roadshow Sedekah Dongeng kali ini merupakan Roadshow dengan tema Sedekah Dongeng #Humanesia. TK Al Muhajirin ajarkan kepedulian dan empati kepada murid melalui Sedekah Dongeng, Senin (19/12/2016).
Sedekah Dongeng kali ini, turut disambut hangat siswa-siswa maupun guru-guru. Mulai dari dongeng yang dibawakan oleh kakak dari kampung dongeng yaitu kak Rahma hingga munculnya bang Sidik (Maskot Dompet Dhuafa).
Sedekah Dongeng tidak sekedar mendengarkan cerita inspiratif yang dikemas dalam bentuk dongeng saja tetapi juga ada aksi nyata yang diajarkan kepada murid siswa tentang kepedulian kepada sesama terutama untuk saudara kita yang membutuhkan bantuan karena #MerekaKeluargaKita. Sejatinya program Sedekah dongeng bertujuan untuk mengajak anak-anak sekolah agar peduli dan berempati terhadap derita saudara mereka.
“Program sedekah dongeng intinya mengajarkan anak-anak untuk agar peduli dan berempati terhadap saudaranya. Tentunya dalam program ini ada sedekah atau donasi yang dihimpun untuk mereka yang membutuhkan tapi ini bukan soal donasi akan tetapi bagaimana kita mengajarkan anak-anak untuk peduli kepada sesama terutama mereka yang membutuhkan karena #MerekaKeluargaKita.” Ujar Efitriaty Nur selaku penanggung jawab Program Sedekah Dongeng.
Setelah sesi dongeng, bang Sidik Mengajak anak-anak bersedekah untuk mereka yang membutuhkan. Tampak begitu senangnya hati siswa ketika bersedekah bersama bang sidik karena telah melakukan amal kebaikan. Murid TK Al Muhajirin dengan penuh semangat mendonasikan donasinya untuk kemanusiaan.
“Alhamdulillah, anak-anak sangat senang dengan program seperti, didongengkan kemudian diajarkan untuk peduli kepada sesama melalui dongeng” ujar salah seorang guru di TK Al Muhajirin.
Hingga saat ini donasi dari kegiatan Sedekah Dongeng #Humanesia diperuntukkan untuk program-program kemanusiaan. Diantara program kemanusiaan dari donasi melalui sedekah dongeng ini ditujukan untuk membantu korban bencana Gempa Aceh dan program kemanusiaan lainnya yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa.
Program sedekah Dongeng yang digagas Dompet Dhuafa Sulsel sudah berjalan dari tahun 2013. Melalui program sedekah dongeng telah menghimpun donasi yang kemudian disalurkan untuk program kemanusiaan dalam negeri diantaranya bencana Asap di Riau, Gempa Aceh hingga keluar negeri diantaranya untuk korban konflik di Aleppo, Suriah. (Syarif/DDSS)
Dompet Dhuafa Sulsel menyalurkan bantuan kepada 27 Kepala Keluaraga (KK) yang menjadi korban kebakaran pada (14/11/2016)
Makassar- Sudah seminggu kebakaran di maccini sawah kecamatan Makassar yang terjadi pada (7/11/2016). Pacsa kebakaran, banyak bantuan sudah diterima langsung oleh korban kebakaran. Namun setelah seminggu pasca kebakaran, bantuan semakin berkurang termasuk yang mereka butuhkan saat ini.
Hingga saat ini kondisi mereka masih memprihatinkan terutama tempat tinggal para korban yang tak layak. Kondisi musim hujan seperti ini membuat mereka harus bertahan di tenda sederhana yang berdiri di atas tanah rumahnya yang kini menyisahkan puing-puing hasil kebakaran. Tenda sederhana hanya terbuat dari spanduk atau baliho bekas, namun terkadang juga ada masyarakat yang menyumbang terpal sebagai alat bernaung di waktu hujan maupun di terik matahari.
Korban Kebakaran bertahan di tenda sederhana yang hanya terbuat dari spanduk atau baliho bekas
“Saat ini, kondisi mereka sangat memprihatinkan. Para korban masih bertahan dibawah tenda sederhana yang terbuat dari spanduk atau baliho bekas. Entah sampai kapan mereka akan bertahan. Seseungguhnya mereka juga menunggu bantuan dari masyarakat yang care kepada mereka.” Ujar Nasrullah, PIC program kebencanaan Dompet Dhuafa Sulsel (14/11/2016).
Saat ini mereka ingin membangun kembali rumahnya, meskipun ada beberapa bantuan bahan berupa material bangunan namun belum mencukupi sehingga diantara mereka belum memulai membangun kembali rumahnya.
Dompet Dhuafa sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional melalui program DD Peduli, siap terhadap tanggap bencana yang merupakan salah satu bentuk kepedulian untuk membantu penanganan penanggulangan bencana melalui respon cepat dan tindakan yang tepat.
Melalui program DD Peduli, Dompet Dhuafa Sulsel bantu korban kebakaran di Maccini Makassar. Dompet Dhuafa Sulsel menyalurkan bantuan material berupa Seng kepada 27 Kepala Keluaraga (KK) yang menjadi korban kebakaran pada (14/11/2016).
Dompet Dhuafa Sulsel menyalurkan bantuan material berupa Seng kepada 27 Kepala Keluaraga (KK)
“Kami saat ini sudah menyalurkan bantuan berupa material seng untuk masing-masing Kepala Keluarga (KK) sebanyak 27 KK. Bantuan tersebut merupakan donasi dari masyarakat melalui Dompet Dhuafa. Kami juga mengharap kepada saudara-saudara yang memiliki kelebihan harta dapat membantu mereka. Salah satu kemudahan membantu korban bencana, berdonasi dapat melalui Dompet Dhuafa dengan kemudahan-kemudahan berdonasi” Ujar Nasrullah, PIC program kebencanaan Dompet Dhuafa Sulsel.
Ketika melihat seseorang yang sedang susah dan kesulitan, tentunya ada rasa hati iba ingin membantu dan menolongnya, apalagi jika kita sering melihat korban bencana yang sedang menderita. Kita hidup di dunia yang sama, di tanah yang sama, di negeri yang sama, dan kita dipersuadarakan dalam Negara Indonesia. Maka sudah sepantasnya kita bantu mereka para korban bencana karena #MerekaKeluargaKita#Humanesia. (DDSS/Syarif)
Mari terus membentang kebaikan dengan peduli dan berbagi pada sesama.