KURBANESIA, Berkah untuk Pekurban, Peternak dan Dhuafa

KURBANESIA, Berkah untuk Pekurban, Peternak dan Dhuafa

Tebar hewan kurban (THK) adalah salah satu program sosial pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Republika sejak tahun 1414 H (1993 M) yang kini menginjak tahun ke 23. Tahun ini tema yang diangkat adalah “kurbanesia, berlimbah keberkahan.” Dengan dukungan para donatur dari tahun 1994 s.d 2015  Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa telah mendistribusikan Hewan Kurban 530.811 kambing, & 5.597 sapi, dengan total pekurban 200.061 donatur. Dompet Dhuafa menargetkan sedikitnya 25.000 ternak untuk disebarkan ke seluruh pelosok Indonesia di tahun 2016 ini. Selain di dalam negeri, sebagian hewan kurban juga akan didistribusikan ke beberapa negara di dunia.

Andriansyah selaku Direktur Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa program Tebar Hewan Kurban (THK) Kurbanesia bertujuan untuk mengajak masyarakat agar kurban tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh orang kota, tapi juga bisa sampai di seluruh wilayah indonesia. Serta keberkahannya dirasakan oleh pekurban, peternak, maupun dhuafa penerima manfaat daging kurban.

Khusus untuk sulawesi selatan sendiri lebih dari 100 ekor hewan kurban akan di distribusikan ke beberapa kabupaten dari donatur pekurban warga Jakarta. Khusus untuk Dompet Dhuafa cabang Sulawesi  Selatan sendiri menargetkan penyaluran kurban kurang lebih 20 ekor sapi dan 20 ekor kambing yang akan di sebar keseluruh pelosok sulawesi selatan dengan  penerima manfaat kurang lebih 2000 orang. Hewan kurban akan disalurkan di beberapa target wilayah dengan kriteria mayoritas dhuafa, terpelosok, minoritas muslim, dan jarang memakan daging kurban.  “seperti hal nya di tahun 2015 Dompet dhuafa sulawesi selatan tebar 16 hewan kurban di 12 kabupaten, tahun ini kita targetkan 20 ekor sapi dan 20 kambing untuk kita tebar ke 13 kabupaten.” Ungkap Andri.

“kita sebagai lembaga zakat nasional ingin membantu dhuafa untuk merasakan kebahagiaan yang sama seperti masyarakat kota pada umumnya yg bisa merasakan nikmatnya daging kurban di hari raya.  Esensinya berkurban tidak hanya bisa bernilai ibadah, tapi juga sebagai bentuk  kepedulian terhadap sesama baik itu dhuafa penerima daging maupun peternak di desa agar lebih berdaya. Maka kami mengajak seluruh warga kota makassar khususnya, jangan ragu menyalurkan kurban melalui dompet dhuafa, karena lebih mudah pembayarannya bisa transfer, jemput kurban maupun bayar di kantor layanan kita, juga praktis karena tidak repot mencari hewan kurban, dan cepat pelaporan kurbannya.” Imbuhnya. Mengenai kualitas hewan kurban sendiri pekurban tidak perlu ragu karena dompet dhuafa menerapkan sistem Quality Control secara berkala kepada mitra peternak di desa.

tebar hewan kurban
Tebar Hewan Kurban di Daerah Timbuseng kabupaten Gowa

Untuk Harga Paket Kurban Dompet Dhuafa tahun ini terbilang cukup terjangkau, Kambing Standar dengan bobot 25 kg – 29 kg di banderol Rp 1.975.000,-, sedangkan sapi lokal standar dengan bobot 250 – 290 kg di harga Rp 13.500.000,- Harga sudah termasuk Biaya operasional. “ selain alasan syariat kami berupaya memberikan pelayanan dan kepuasan kepada para pekurban, maka kami memiliki standar minimum Bobot sapi dan kambing melalui proses Quality control, hal ini juga agar semakin banyak penerima manfaat yg merasakan dagingnya.” Tambahnya.

Demi memudahkan transaksi kurban para donatur dompet dhuafa memberikan layanan jemput uang kurban 24 jam untuk makassar dan sekitarnya di 0853 7321 1111 atau bisa juga transfer kurban ke rekening BNI syariah 300.551.7080 atas nama dompet dhuafa, untuk metode ini pekurban perlu mengkonfirmasi ke 0853 7321 1111 / 0411 459 068 agar nama perkuban bisa terdata. Selain itu dompetdhuafa juga hadir di beberapa pusat perbelanjaan seperti indomart, lottemart, mal-mal besar yang ada di kota makassar. Info lebih lanjut bisa mengunjungi kantor yang beralamat di jl. Abd. Daeng sirua no 170A, makassar.

Sehat Menyambut Berkah Ramadhan bersama Dompet Dhuafa Sulsel

Ramadhan sesaat lagi, bulan penuh berkah sudah di depan mata. Siapkah kalian untuk berpuasa?

Matahari sudah menyinari taman Maccini Sombala. Ibu-ibu mulai berkerumun di depan masjid.“Disampaikan kepada seluruh warga RT Maccini Sombala, Pagi ini, Dompet Dhuafa Sulsel akan mengadakan Bekam Gratis, Sembako Murah, dan Aksi Layanan Sehat di pelataran Masjid Al- Nindya Praja Rindra Sujiwa Syahrul Putra 2.  Mariki’ Pak, Bu, merapat di masjid.” Suara Dg. Taba terdengar lantang memecah udara. Melalui speaker mesjid, informasi tersebar merata ke wilayah sekitar.

Sembako murah 

Sabtu, 04 Juni 2016, Dompet Dhuafa Sulsel mengadakan kegiatan Sehat Menyambut Berkah Ramadhan di pelataran Masjid Al- Nindya Praja Rindra Sujiwa Syahrul Putra 2, Taman Maccini Sombala, Kec. Makassar, Kota Makassar.  Terdapat tiga kegiatan yang berjalan bersamaan, Bekam Gratis untuk laki-laki, Sembako Murah, serta Aksi Layanan Sehat berupa pemeriksaan gratis kepada warga Maccini Sombala.

????????????????????????????????????
Bekam Gratis

Untuk program Bekam Gratis, Dompet Dhuafa Sulsel bekerja sama dengan Super Thibbun Nabawi (STN),  Sebanyak 29 pasien laki-laki dibekam sesuai keluhan sakitnya. “Bekam akan membuat tubuh kita kembali fit dan akan merasa segar. Dengan tubuh yang sehat akan siap untuk berpuasa di bulan Ramadhan nanti” Ungkap Andriansyah selaku direktur Dompet Dhuafa Sulsel.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Di sisi utara mesjid,  puluhan warga sudah berbaris rapi dalam mengantri Sembako Murah. Beberapa hari sebelumnya, tim Dompet Dhuafa Sulsel sudah membagikan 100 kupon Sembako Murah. Kupon seharga Rp. 50.000 dapat ditukar dengan beras, minyak, susu, gula, garam, dan bahan untuk mengisi dapur lainnya.

Tepat di samping mesjid, tenda hijau Dompet Dhuafa Sulsel berdiri megah melindungi pasien yang sedang diperiksa kesehatannya oleh tim medis. Pasien diperiksa baik itu tekanan darah, kolestrol, asam urat, dan sebagainya.

Salah satu pasien bekam
Salah satu pasien bekam

“Terima kasih Dompet Dhuafa, semoga dengan kegiatan ini, kami akan lebih siap menyambut Ramdhan. “   Ucap Ibrahim Dg. Taba selaku ketua RT Maccini Sombala.

Muhammad Ali, Pahlawan Keluarga.

Muhammad Ali, Pahlawan Keluarga.

Bocah pahlawan keluarga Muhammad Ali. Ia merawat ibunya yang tuli dan tunanetra, kakak yang keterbelakangan mental, serta adiknya yang berumur 2 tahun.

 Berita tentang Ali banyak diangkat oleh beragam media. Melalui media sosial, tim Dompet Dhuafa Sulsel mendapat kabar tentang Muhammad Ali. Dengan segera kami menuju Kabupaten Polewali Mandar untuk melihat kondisi keluarga Ali. Bocah kecil yang menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal dunia.

Kabupaten Polewali berjarak sekitar 246 Km dari Kota Makassar. Setelah berkendara kisaran enam jam, Tim Dompet Dhuafa Sulsel tiba di Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang. Di Desa Batetangnga, tim DD Sulsel ditemani oleh Pak Bahar, seorang guru MI sekaligus penghubung dengan keluarga Ali.

Setelah bertemu di Kantor Desa, dipandu oleh Pak bahar, kami menuju rumah Ali. Perjalan menuju rumah ali cukup jauh dari kantor desa. Jalanan yang berkelok dan terus mendaki, dengan kondisi jalanan ,yang dalam beberapa meter, belum beraspal. Sebelah kiri area hutan dan perkebunan sedangkan sebelah kanan aliran sungai. Ttim DD Selsel juga harus menyeberangi jembatan kayu yang dapat dilalui dengan mobil.

Setelah sekira setengah jam perjalanan, kami pun tiba rumah Ali.  Tepat ketika tim DD Sulsel tiba, Ali sedang duduk di tengah ruangan.
“Halo Ali, Ali tidak sekolah?” Nia, salah satu tim DD Sulsel menyapa Ali. Dengan polos ia menggelengkan kepala “Sakitka“. Kesehariannya, Ali ikut dengan tetangga ke kebun, jika lelah dia tidak akan ke sekolah.

Pak Bahar memanggil ibunya Ali, sambil meraba-raba sekitar, ibu Ali keluar dari kamarnya. Ibu ali seseorang yang tuli dan tunanetra. Ia tidak dapat merespon sekitar dengan cepat.

Ali dan Pak Bahar
Ali dan Pak Bahar

DD Sulsel tidak hanya datang berkunjung menemui Ali, tapi juga menyalurkan beberapa bantuan, berupa paket kebutuhan sekolah untuk Ali, alat sholat, kebutuhan sembako, alat mandi, beragam cemilan  dan susu serta alat pendengaran untuk ibu Ali. Selain itu, tim DD Sulsel juga memberikan kasur, selama ini mereka hanya tidur beralaskan tikar.

Melalui  volunteer DD Sulsel di Polman, tim DD Sulsel juga akan menyalurkan tunjangan hidup selama 1 tahun, untuk pemenuhan kebutuhan sekolah Ali dan kesehatan keluarga.

“Kami akan membantu kebutuhan Ali sekeluarga. Harapannya agar Ali tidak lagi bekerja di kebun, tapi ia  dapat fokus bersekolah, dan bermain dengan teman seusianya, menikmati masa kecilnya.” Ungkap Andriansyah, Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulsel.

Ali tampak ceria, ia mendapatkan tas sekolah baru. Ia langsung mengeluarkan buku gambar dan pensil warna. Sembari asik bercerita, ia terus mencoret-coret buku gambarnya. Adik Ali tidak henti-hentinya minum susu kotak. Begitu pula dengan kakaknya, ia terus melihat sekitar sambil meminum susu kotak dengan tangan kanannya.

Muhammad Ali, namanya menyerupai nama petinju ternama di dunia. Mesikupun Ali kecil bukan petinju, tapi mentalnya sudah seperti sang juara dunia. Ia andalan keluarganya.

????????????????????????????????????
Ali dan adiknya
Kakak Ali
Kakak Ali
Copyright © 2026 DD Sulsel