Dompet Dhuafa SulSel Berkolaborasi Dengan Kemenag Dalam Penyaluran Paket Anak Yatim

Dompet Dhuafa SulSel Berkolaborasi Dengan Kemenag Dalam Penyaluran Paket Anak Yatim

Kegiatan Lebaran Yatim yang dilaksanakan oleh Kementrian Agama merupakan kegiatan serentak se-Indonesia yang diadakan pada hari Selasa (16/7). Kegiatan ini terlaksana dengan menggandeng 16 LAZ di Sulawesi Selatan dan Dompet Dhuafa SulSel juga terlibat langsung dalam kegiatan kolaborasi kebaikan.

Dengan mengusung tema “Lebaran Yatim: Berbagi Cinta Berlimpah Berkah” ini berlangsung serentak oleh Kanwil Kemenag yang ada di Indonesia. kegiatan ini dihadiri sebanyak 2 juta orang yang ada di Indonesia sebagai penerima manfaat dalam kegiatan Lebaran Yatim. 

“Hari ini, Kami bersama seluruh stakeholder yang terlibat menggelar kegiatan yang luar biasa, kami akan memberi paket bantuan kepada dua juta lebih anak yatim dan difabel se-Indonesia,” ujar Waryono Abdul Ghafur

Para penerima manfaat juga turut merasakan kebaikan dalam kegiatan ini dengan mengucapkan rasa terima kasih mereka kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan Lebaran Yatim yang diselenggarakan oleh Kemenag.

“Terima Kasih Kakak sudah dikasih, semoga bermanfaat” ungkap mereka

Ucapan Terima Kasih mereka haturkan karena telah mengikuti kegiatan ini dan berharap dapat bermanfaat bagi dirinya serta para LAZ yang telah berkolaborasi pada kegiatan lebaran yatim, semoga bisa bermanfaat tuturnya.

Dengan hadirnya kegiatan ini, melalui kolaborasi diharapkan dapat memberikan semangat baru dalam terus memberikan kebaikan secara bersama sama.

Dompet Dhuafa SulSel Melaksanakan Kegiatan Ekselensia Leadership Camp (ELC) di Kawasan Malino

Dompet Dhuafa SulSel Melaksanakan Kegiatan Ekselensia Leadership Camp (ELC) di Kawasan Malino

Ahad, 15 Juli 2024 – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melalui program beasiswa Youth Ekselensia Schoarship (YES) kembali menggelar kegiatan Ekselensia Leadership Camp (ELC) yang diselenggarakan mulai tanggal 12-15 Juli 2024.

Ekselensia Leadership Camp (ELC) angkatan 3 diikuti oleh 9 kota penerima manfaat program beasiswa Youth Ekselensia Schoarship (YES) yakni Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, Medan, Padang, Sinjai, Malang, Pekan Baru & Palembang. Pembukaan ELC ini dilaksanakan secara hybrid pada Jum’at, 12 Juli 2024. Setelah pembukaan secara hybrid masing-masing wilayah program melaksanakan kegiatan Ekselensia leadership Camp di daerahnya masing-masing.

Untuk YES Wilayah Sinjai, Ekselensia Leadership Camp (ELC) ini dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 15 juli 2024 bertempat di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. ELC wilayah Sinjai juga dihadiri langsung oleh pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Pandu H. Satrio) yang sekaligus memberikan perkenalan dan pengetahuan tentang Dompet Dhuafa.

 

Penerima manfaat program YES angkatan 3 sebanyak 10 orang dari berbagai sekolah di Kecamatan Sinjai Barat dan Kecamatan Sinjai tengah mengikuti kegiatan ELC ini dengan didampingi oleh mentor.

Kegiatan ELC ini merupakan kegiatan orientasi program yang bertujuan untuk membangun semangat, kebersamaan, meningkatkan produktivitas, meningkatkan skill dan membentuk karakter dan jiwa pemimpin penerima manfaat.

Kegiatan ini meliputi penerimaan materi Campus preparation dan leadership booster, aktivitas ibadah bersama, tahajjud, dzikir, dan tilawah Al Qur’an.

Hadir Sebagai pemateri, Pandu H. Satrio (Pimpinan cabang DD Sulsel), memaparkan materi terkait value Dompet Dhufa dan membangun kemandirian.

Dedeng Wahyudi (Etoser Makassar dan Mahasiswa berprestasi Universitas Hasanuddin) membawakan materi “Become Outstanding Student and 101 English for Beginner”. Ramly Usman (pendamping program pemberdayaan kopi Sinjai), membahas tentang Public Speaking. Aji Sukman (Penulis Novel “Kita pulang dan Aku kepemakaman” sekaligus sebagai ketua umum Forum Lingkar Pena Kabupaten Gowa), membahas tentang Literasi dan Manajemen Organisasi.

 

“Di ELC ini saya dipertemukan dengan teman-teman sesama penerima manfaat yang baik dan humble, saya merasa sangat senang dan bangga menjadi bagian dari program beasiswa YES ini, ”ungkap Davi, salah satu penerima manfaat YES Sinjai.

Kemudian Ishak, selaku mentor YES Sinjai menyampaikan “semoga ELC ini menjadi awal yang baik bagi penerima manfaat untuk memperkokoh komitmen dan maju bersama menggapai cita. Meraih PTN impian, meningkatkan kualitas ibadah dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT”.

Adapun Pandu H. Satrio, selaku pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, menyampaikan pesan kepada para penerima manfaat, “Adik-adik peserta YES harus bisa menjadi siswa yang mandiri agar bisa mencapai cita-citanya di masa depan. Jangan sering bergantung pada orang lain, karena bayangan kalian saja akan pergi saat kalian berada di kegelapan. Semangat bertumbuh.”

Penerima Manfaat (PM) juga akan mendapatkan materi teknik menghafal Al Qur’an, mind mapping, life plan dan carer plan sebagai kelas lanjutan pasca ELC.

Tidak hanya itu para penerima manfaat YES akan didampingi oleh mentor selama satu tahun kedepan dalam berbagai kegiatan baik mentoring persiapan diri memasuki PTN ataupun kegiatan pengembangan diri lainnya.

Youth Ekselensia Scholarship (YES) merupakan beasiswa pendidikan terpadu, untuk mewujudkan pelajar cendekia, berakhlak mulia dan berjiwa pemimpin. Beasiswa YES ini ditujukan kepada pelajar yang kurang mampu atau yatim, tetapi memiliki komitmen untuk maju dan berprestasi. Program ini dibawah naungan Grate Edunesia Dompet Dhuafa.

 

Kolaborasi Penyaluran 500 Al-Qur’an Dompet Dhuafa Sulsel Bersama Syaamil Qur’an Di Daerah Toraja

Kolaborasi Penyaluran 500 Al-Qur’an Dompet Dhuafa Sulsel Bersama Syaamil Qur’an Di Daerah Toraja

Toraja Utara,– Masyarakat Muslim di Tana Toraja terus tumbuh hingga daerah daerah pedalaman, Namun Muslim yang Muallaf masih banyak yang belum memahami membaca Al-Qur’an dan tidak mengetahui gerakan Sholat serta bacaan Sholat, Sulitnya akses untuk menyalurkan tidak membuat kita patah semangat dalam menyalurkan Wakaf Al-Qur’an hingga ke pelosok.

Mengawali Bulan Syawal 1446H , Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melakukan penyaluran amanah donatur “Syaamil Quran” dalam program ‘Wakaf Quran’ ke daerah pelosok Dusun Baladatu, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Distribusi tersebut dilakukan di 2 tempat yaitu, Dusun Baladatu, dan Lembang Lipungan Tanete, serta Kantor Urusan Agama Rantetayo pada rabu (03/07/2024).

Ali Mustofa selaku kepala Kantor Urusan Agama Rantetayo menyampaikan semoga Al-Qur’an dan juga Buku Tuntunan Sholat ini dapat memberi manfaat di Kabupaten Tana Toraja secara umum terlebih lagi di Rantetayo, Toraja Utara.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan Al-Qur’an dan buku tuntunan sholat ini, sebab saudara kita yang baru masuk Islam sangat butuh kedua hal ini agar mereka bisa paham terkait Islam lebih dalam”. ujar Ali Mustofa

Sebanyak 500 Al – Qur’an dan 100 Buku tuntunan sholat disalurkan dengan harapan bisa membantu saudara muslim kita, dan berharap donasi bisa terus bertambah, karena masih banyak saudara muslim kita yang masih membutuhkannya.

Para santri TPA juga turut merasakan manfaat dari wakaf Al-Qur’an ini. “Terima kasih kakak atas Al-Qur’annya, jadi kami makin semangat untuk belajar, semoga cepat menghafal Al-Qur’an”. ungkap salah satu penerima manfaat.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Melaksanakan Pelatihan Pemetaan Desa Berbasis PRA (Participatory Rural Appraisal) di Desa Arabika, Sinjai Barat

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Melaksanakan Pelatihan Pemetaan Desa Berbasis PRA (Participatory Rural Appraisal) di Desa Arabika, Sinjai Barat

Sinjai Barat,– Participatory Rural Appraisal (PRA) atau pemahaman partisipatif kondisi pedesaan adalah pendekatan dan metode yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama menganalisis masalah di desa, dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan di desa secara nyata.

Penggunaan metode ini memungkinkan masyarakat untuk saling berbagi, meningkatkan, dan menganalisis pengetahuan mereka tentang kondisi dan kehidupannya, serta membuat rencana dan tindakan nyata.

Pendekatan dan metode PRA inilah yang dikenalkan Nurwana, seorang praktisi pemberdayaan desa dari sekolah pemberdayaan desa, saat menjadi fasilitator pelatihan pemetaan potensi desa menggunakan teknik PRA di Rumah Olah Kopi Sinjai Dusun Idaman, Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Senin (8/7/2024) pagi.

Pelatihan ini diadakan oleh tim Kawasan Madaya Dompet Dhuafa. Selain sebagai praktisi pemberdayaan desa, Nurwana juga Manajer program di Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Beberapa prinsip dasar yang dipaparkan Nurwana menggunakan metode PRA antar lain saling belajar dan berbagi pengalaman, keterlibatan semua anggota kelompok dan informasi, orang luar sebagai fasilitator, konsep triangulasi, serta optimalisasi hasil, orientasi praktis dan keberlanjutan program.

“Kami melihat, Sinjai adalah sebuah daerah yang sangat subur dengan berbagai kekayaan potensi daerahnya. Hadirnya Dompet Dhuafa di sini, kami berharap, dapat membantu pemerintah dan masyarakat untuk memetakan potensi ini, dan bersama-sama menggarapnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Nurwana.

Dalam materinya, Nurwana menyampaikan bagaimana kemudahan dalam sebuah penyusunan program dengan menggunakan beberapa alat, yaitu pemetaan desa, kalender musim, diagram venn (bagan hubungan kelembagaan), sejarah desa, diagram alur, dan analisa penggunaan waktu pada sebuah program.

“Output yang diharapkan dari pelatihan PRA ini adalah kajian keadaan pedesaan, dengan gambaran tentang potensi sumber daya alam yang dimiliki, potensi sosial masyarakat, potensi ekonomi masyarakat, potensi lembaga dan kelompok kegiatan, masalah-masalah masyarakat, prioritas dan penyebab masalah, serta peluang-peluang pengembangan,” tuturnya.

Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti pelatihan, dengan banyak berdiskusi dan sharing bersama peserta dan fasilitator.

“Alhamdulillah, terima kasih sudah mengajak kami untuk menjadi peserta dalam pelatihan PRA ini. Tugas kami di desa, memang harus tau memetakan potensi wilayah kami, pelatihan ini sangat kami perlukan di desa” kata Rizal, Kepala Dusun Rumpala Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat.

Pelatihan PRA akan digelar selama dua hari. Hari pertama, peserta diberikan materi tentang pemetaan potensi desa, sementara hari kedua, fasilitator akan mengajak peserta untuk turun ke lapangan, transek desa, memetakan langsung berbagai potensi desa sebelum membuat program di desa.

Pelatihan diikuti oleh puluhan peserta, mereka diantaranya berasal dari perangat desa seperti Kepala Desa Arabika, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari beberapa desa di sekitar Desa Arabika. (Sinjai Info

 

 

 

Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Program Aksara Lontara

Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Program Aksara Lontara


Parepare – Sebagai bangsa yang besar, Indonesia patut berbangga karena memiliki beragam budaya yang kental yang membentuk karakter masyarakatnya hingga saat ini.

Berbicara soal Budaya Indonesia, tak bisa dipisahkan dari keberadaan Suku Bugis yang masuk ke dalam suku paling berpengaruh di Indonesia. Dalam sejarahnya, suku bugis dikenal dengan kekayaan klasiknya. Sebutlah, salah satunya ialah La Galigo. Sering dikenal dengan nama lain, Sureq Galigo karya sastra dari tanah Bugis yang telah diakui UNESCO sebagai Memory of The World.

Seperti yang diketahui bahwa, Sejak berabad tahun yang lalu, suku bugis dikenal senang menulis hal ini tercatat dalam sejarah penemuan tulisan-tulisan kuno yang tertuang dalam daun Lontar yang kini dikenal dengan nama bahasa lontara/aksara lontara.

Sayangnya, sejalan dengan perkembangan zaman modern, pengetahuan lokal perihal teks-teks bahasa kuno kian pudar ditambah rendahnya tingkat pemahaman muda-mudi terkait bahasa aksara lontara sehingga membuat budaya lokal bugis mengalami erosi.

Berdasarkan hasil survey singkat yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa, 85% pemuda di Sulawesi Selatan menyatakan pernah belajar aksara lontara namun 60% diantaranya mengaku tidak dapat membaca dan menulis aksara lontara lagi.

Untuk memupuk kembali semangat literasi nenek moyang Suku Bugis, Dompet Dhuafa  melestarikan aksara lontara dengan menggaet para pemuda serta sekaligus mengajak mereka menulis karya mereka sendiri dengan tulisan aksara lontara melalui program Serambi Budaya.

Serambi Budaya dilaksanakan diberbagai cabang Dompet Dhuafa dan salah satu yang diluncurkan pada (29/01/2022) di Pare-Pare Sulawesi Selatan yang terdiri dari 2 sub program kelas yaitu Kaligrafi dan Kelas Baca Tulis Lontara.

Kelas baca tulis Aksara Lontara akan dilaksanakan selama satu tahun dengan 3 batch dengan masing-masing batch akan dilaksanakan selama 3 bulan dengan output para peserta pelatihan akan menghasilkan buku hasil karya mereka selama mengikuti kelas.

Adapun untuk kelas Kaligrafi akan dilaksanakan pada bulan Mei selama 12 kali pertemuan dengan hasil akhir nanti para peserta berkesempatan mendapatkan pameran karya.

Seluruh peserta yang telah mendaftar dapat mengikuti seluruh kelas dalam program serambi budaya yaitu kelas Baca Tulis dan Kaligrafi namun akan diseleksi terlebih dahulu oleh tim Dompet Dhuafa Sulsel. Selain itu, seluruh kelas yang diikuti tidak dipungut biaya apapun.

Program Serambi Budaya hadir sebagai salah satu upaya pelestarian kebudayaan bugis. Berangkat dari kondisi semakin berkurangnya anak muda yang mampu membaca aksara lontara, Dompet Dhuafa Sulsel menginisiasi kelas aksara lontara dengan harapan dapat menjadi ruang belajar bersama agar menciptakan kesadaran akan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya yang masyarakat miliki. Di samping itu, program ini bertujuan meningkatkan peran anak muda dalam kegiatan promosi literasi Aksara Lontara di Sulawesi Selatan.

“Dompet Dhuafa sebagai lembaga kemanusiaan juga turut peduli terhadap budaya, karena budaya adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat yang bisa menunjang perbaikan kehidupan di masa mendatang,” ucap Rahmat Hidayat, Pimpinan Cabang DD Sulsel

Program Serambi Budaya DD Sulsel secara resmi dimulai pada Sabtu (29/01/2022) dan akan dilaksanakan selama tahun 2022 bertempat di Parepare Sulawesi Selatan. Kegiatan dibuka dengan Dialog Kebudayaan “Aksara Bugis Di Tengah Kemajuan Peradaban” sekaligus peluncuran program “Aksara Lontara” oleh Dompet Dhuafa Sulsel yang dilaksanakan selama satu tahun kedepan dengan menghadirkan budayawan lokal yaitu Andi Oddang Opu To Sessungriu, Rahmaniar sebagai Aktivis Aksara Lontara, Hadir Pula Kabid Kebudayaan Kota Parepare, Mustadirham.  

Sebagai penutup, terdapat pepatah bugis yang mengatakan “Pakkiade’ i paddisengeng e, akkamalakengngi RI decengnge na mappapoleonro RI lalenna Sitinajae” artinya Hargai ilmu pengetahuan, amalkan pada kebaikan dan tempatkan sebagaimana mestinya.

(BACA: JAGA WARISAN BUDAYA LELUHUR BUGIS, DOMPET DHUAFA SULSEL GELAR PROGRAM SERAMBU BUDAYA)

Penulis: Mega Herdianti

Tingkatkan Mutu Guru, DD Sulsel Gelar School of Master Teacher di Kabupaten Bone

Tingkatkan Mutu Guru, DD Sulsel Gelar School of Master Teacher di Kabupaten Bone

BONE — Berdasarkan survey dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), kualitas pendidikan indonesia masih dalam masalah jika ditinjau berdasarkan indikator mutu pendidikan yang disepakati secara internasional. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah.
Salah satu faktornya adalah kualitas pengajar yang masih kurang. Pengajar di Indonesia masih kurang karena lemahnya para pendidik dalam menggali potensi murid dan juga peningkatan kapasitas guru dalam mendidik dan memimpin.
Dengan melihat permasalahan yang ada, Dompet Dhuafa melalui divisi pendidikan menginisiasi Sekolah Guru Indonesia (SGI) sebagai wadah untuk mengembangkan potensi guru menjadi tenaga penggerak, pendidik, pemberdaya, dan pemimpin.
Salah satu program yang dikerjakan SGI adalah School of Master Teacher yang bertujuan melahirkan guru-guru pemimpin berkualitas dan strategis agar siap untuk berkhidmat dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di berbagai wilayah di Indonesia.
Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melalui program School Of Master Teacher kini hadir di Kabupaten Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, untuk angkatan ke-44 pada Ahad (12/9/2021).

“Dengan tujuan meningkatkan kapasitas guru dan menanamkan karakter pada diri 19 guru terpilih. Program School Of Master Teacher yang akan dilakukan selama 3 bulan kedepan dengan 12 kali pertemuan ini membekali para guru untuk siap menjadi guru pemimpin masa depan,” Rahmat Hidayat HM, Pimpinan Dompet Dhuafa Sulsel.

 

“Selain itu, Dengan adanya program ini dapat melahirkan guru-guru yang mampu memberdayakan potensi daerah sekitar. Melalui pendidikan, kemiskinan dapat dientaskan. Sejalan dengan program pilar Dompet Dhuafa untuk memberdayakan umat dan mengentaskan kemiskinan,” Imbuh Rahmat.

 

Pada pembukaan School Of Master Teacher yang diadakan di SDIT Asshiddiq Bone, Jl Dr Wahidin Sudiro Husodo yang dihadiri oleh Pengurus Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dan Pengurus Sekolah Guru Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, hadir pula Drs. Nursalam, M.Pd Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bone.
Saat Sambutannya Nursalam mengucapkan terimakasih kepada Dompet Dhuafa untuk kepeduliannya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bone.

Besar Harapannya 19 guru peserta School Of Master Teacher ini, dapat membawa kemajuan untuk dunia pendidikan di Kabupaten Bone kedepan.

 

Selain itu dengan adanya SMT dari Dompet Dhuafa semakin banyak melahirkan guru yang hebat, sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan juga mengajak guru-guru agar menjadikan sekolah menyenangkan untuk siswa serta dapat mengetahui potensi murid untuk memaksimalkan pendidikan, tutur Nursalam dalam sambutannya.

 

 

Copyright © 2026 DD Sulsel