Dompet Dhuafa Sulsel Kenalkan Pemberdayaan Kopi Pattongko Dan Upayanya Kurangi Kemiskinan

Dompet Dhuafa Sulsel Kenalkan Pemberdayaan Kopi Pattongko Dan Upayanya Kurangi Kemiskinan

Dompet Dhuafa melalui program Muda Berdaya membentuk Kopi Pattongko di Kampung Pattongko dan Lappara, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai.

Kepala cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) Rahmat Hidayat HM mengatakan, Kopi Pattongko merupakan program yang berupaya memberdayakan potensi desa yang berada di pelosok melalui kemampuan anak muda desa.

Kopi Pattongko merupakan rumah olah kopi yang telah dikelola oleh Ramly dan Mail sejak tahun 2017 kemudian bergabung ke dalam program muda berdaya bersama Dompet Dhuafa Sulsel tahun 2020 untuk menjangkau lebih banyak lagi penerima manfaat (PM) dengan tujuan mengekplorasi daerah dengan potensi pertanian yang baik serta memberdayakan masyarakat lewat inovasi pertanian berkelanjutan.

Melalui program muda berdaya, Kopi Pattongko bereksplorasi dan menemukan potensi melalui konsistensi menciptakan program pemberdayaan masyarakat mengenai rantai produksi, sistem kerja, hingga pelatihan pertanian yang bisa membantu mereka berkembang dan berkontribusi bersama dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Setelah bergabung pada program Muda Berdaya, untuk pertama kalinya tim Dompet Dhuafa Sulsel melakukan kunjungan ke wilayah perkebunan Kopi Pattongko sekaligus ikut panen hasil kopi pemberdayaan pada 11 Juni  – 13 Juni 2021. Ini merupakan panen perdana yang dilakukan bersama tim Dompet Dhuafa.

Perjalanan tim DD Sulsel dimulai hari Jumat (11/06/2021) pada pukul 12:00 dan tiba di perkebunan Pattongko pada waktu 19:00 kemudian dilanjutkan perjanan menggunakan motor 15 menit lalu dilanjutkan perjalanan kaki selama 15 menit dikarenakan medan jalan yang licin dan begitu curam. Jalanan menuju ke perkebunan Pattongko merupakan jalan swadaya yang dibangun oleh petani setempat untuk mempermudah akses mereka.

Kegiatan pemetikan kopi DD Sulsel bersama pemetik kopi Pattongko dimulai pada pagi hari Sabtu (12/03/2021). Tim DD Sulsel diajak pergi ke perkebunan kopi dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit. Selama perjalanan, tim DD Sulsel disambut dengan kontur jalanan yang licin, terjal, dan mendaki.

Dalam perjalanan Ramly bercerita kesulitannya dalam mengolah perkebunan ini adalah akses yang jalan yang sulit sehingga para petani dan pemetik kopi harus membuat jalan swadaya agar dapat mengaksesnya menuju keperkebunan. Ditambah lagi kondisi kebun yang berjarak membuat para pemetik harus pindah kebun ke kebun dengan sangat hati-hati agar tidak salah berpijak.

Kawasan perkebunan ini merupakan kawasan hutan milik negara yang dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam namun bukan kopi sebagai penghasil ekonomi utama melainkan cengkeh, sehingga perawatan kopi sering dikesampingnya para warga. Namun kehadiran Ramly dan Mail akhirnya sedikit demi sedikit membuka kesadaran para petani bahwa kopi memiliki potensi ekonomi yang besar.

Melalui pendekatan sosial, para petani yang awalnya keliru akhirnya mulai memerhatikan kebun kopi milik mereka sehingga dapat menghasilkan kopi arabika yang berkualitas tinggi. Para petani mulai paham cara bercocok tanam begitupun dengan cara memetik kopi. Ramly dan Mail mengedukasi para petani cara yang benar bahwa dalam bercocok tanam, pohon kopi harus diperhatikan kesuburannya mulai dari pemangkasan hingga pemupukan. Dan juga pemetikan harus selektif yaitu hanya biji kopi yang berwarna merah saja yang boleh diambil sedangkan yang hijau dibiarkan matang dipohon, selanjutnya juga dilakukan pengambilan kopi yang telah jatuh di bawah pohon guna mencegah kerusakan pada pohon kopi.

Ramly juga bercerita kesulitan lain yang mereka hadapi yaitu curah hujan yang tinggi membuat banyak kerusakan pada kopi namun hal ini mereka jadikan bahan untuk menemukan inovasi dan solusi dalam pengolahan kebun kopi.

Selama kunjungan, Tim DD Sulsel diajak untuk memetik kopi bersama para PM pemetik Kopi Pattongko. Para PM bercerita mereka telah bergabung menjadi pemetik kopi selama 1 – 4 tahun. Mereka merasa senang bisa bekerja bersama Ramly dan Mail sebagai pemetik kopi dan bersyukur melalui program pemberdayaan ini, mereka bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan dapur dan sekolah anak. Ibu Suarni pemetik kopi bercerita “Di saat tidak ada sumber pendapatan yang lain, Kopi Pattongko membantu kami untuk jadi pemetik kopi dengan upah yang baik. Ada solusi pendapatan untuk bantu suami menghidupi keluarga,” ucapnya penuh haru.


Ada pula bapak Syamsuddin mengatakan “Dulu saya kira, pengelola Kopi Pattongko itu hanya pedagang biasa yang mau kasih kacau harga. Ternyata, setelah mereka empat tahun membantu mengolah kopi kami,  akhirnya saya ikut program kopi pattongko. Alhamdulillah, ada jaminan kopi kami akan ke mana. Lalu harga untuk kopi kami juga jauh lebih baik. Makanya saat ini, saya ikutan juga, kembali merawat kopi yang selama ini mulai kami tinggalkan,” tuturnya.


Tidak hanya mengolah kebun kopi, baik ramly dan mail membuka peluang kerja untuk para warga yang membutuhkan.

Ketika kegiatan pemetikan selesai, tim DD Sulsel diajak untuk melakukan proses selanjutnya yaitu dengan pulping yaitu pemisahan antara biji kopi dan kulitnya. Pada proses ini, kopi terlebih dahulu di cuci dan rendam untuk memisahkannya dengan biji kopi yang tidak layak. Lalu proses selanjutnya yaitu melakukan peraman atau fermentasi biji kopi yang telah di pulping selama 18 jam. Biji kopi yang telah difermentasi selanjutnya dicuci secara bersih lalu kemudian dijemur selama 2 minggu hingga kering sebelum akhirnya dipasarkan.

PINRANG – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 5 dan 8 Juni. Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan serta CSR Bank SULSELBAR turut serta menjaga bumi dan lingkungan dengan mengadakan pelestarian lingkungan dengan kegiatan Sedekah Bumi.

Sedekah bumi adalah aksi peduli terhadap lingkungan hidup dan lautan melalui ragam keguatan kebaikan. Adanya kegiatan ini mengajak masyarakat untuk turut andil dalam melestarikan lingkungan dan meningkatkan kesadaran terhadap pemulihan ekosistem pesisir.
Kegiatan Sedekah Bumi ini dilakukan selama 2 hari yaitu Sabtu (5/6/2021) hingga Minggu (6/6/2021) bertempat di Kampung Kreasi Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan kegiatan ini berkolaborasi dengan Lima Putra Pesisir, DD Volunteer Sulsel, The Floating School, Bumi Lestari dan Mangrove Brotherhood.

Dalam aksi Sedekah Bumi ini, terdapat sejumlah agenda kegiatan yang dilakukan bersama diantaranya yaitu sedekah bakau, pelepasan tukik, nonton bareng, diskusi lingkungan, bersih pantai dan kegiatan edukasi dongeng juga mewarnai untuk anak-anak.

Kegiatan dimulai pada Sabtu (5/6/2021) pukul 13.00 diawali dengan registrasi peserta dan setelahya dilanjutkan dengan bincang mengenai lingkungan hidup oleh pemantik dari Dompet Dhuafa Rahmat HM, Renaldi dari Lima Putra Pesisir dan Awal sebagai perwakilan Mangrove Brotherhood.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan menanam pohon bakau di pesisir pantai Menralo, Kec. Suppa, Kab. Pinrang. Kurang lebih 1.000 pohon mangrove berhasil ditanam oleh peserta yang datang dari berbagai komunitas atau lembaga seperti KPPI, Lima Putra Pesisir, Bumi Lestari, The Floating School dan Mangrove brotherhood.

Pada malam harinya peserta diajak menonton bersama film dokumenter berjudul “The Citarum”. Usai menonton kegiatan kemudian dilajutkan dengan diskusi lingkungan seputar pencemaran daerah aliran sungai dan pantai.
Pada Minggu (6/6/2021), para peserta, relawan serta rekan komunitas diajak bersama-sama merilis 200 tukik yang telah diadopsi oleh para donatur DD Sulsel di Pantai Lowita, Desa Wiringtasi, Kec. Suppa, Kab. Pinrang.
Pimpinan Cabang DD Sulsel, Rahmat Hidayat HM menyampaikan “Sedekah bakau dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup dan Hari Laut Sedunia ini diharapkan dapat mencegah abrasi yang terjadi dipantai dan adapun untuk tukik-tukik yang telah diadopsi oleh sahabat baik melalui Dompet Dhuafa semoga dapat dapat tumbuh dengan baik dan melindungi lautan kita” ungkap Rahmat.

Pemilihan Kampung Kreasi Desa Wiringtasi sebagai lokasi Sedekah Bumi yaitu karena wilayah tersebut merupakan wilayah dengan banyak pesisir pantai namun kurang kosentrasi. Wilayah pesisir pantainya banyak dijadikan sebagai lahan konversi sebagai tambak ikan. Akan tetapi dampak buruk dari lahan konversi ini menciptakan ekosistem yang buruk yaitu turunnya kualitas sumber daya mangrove serta sulitnya nelayan mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Sebab itu, penanaman bakau ini bertujuan membuat ekosistem pesisir kembali pulih. Begitupun pantai Lowita juga di kenal sebagai wilayah konservasi penyu dan telur-telurnya yang harus dilestarikan.

Rahmat menambahkan dengan adanya program ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ekosistem pesisir yang baik dan berkelanjutan serta dapat menyelamatkan tukik dari kepunahan.
Masalah lain yang ditemui dalam aksi Sedekah Bumi di pantai Lowita adalah sampah yang menumpuk baik sampah lokal maupun sampah kiriman dari berbagai negara seperti Korea, Tiongkok, Filipina, Singapura, hingga Republik Ceko yang membuat pantai kotor dan merusak pertumbuhan karang serta ikan-ikan kecil yang hidup disekitar pesisir pantai. Sehingga kegiatan sedekah bumi juga melakukan audit sampah. Para peserta dan relawan diberikan edukasi lingkungan terkait penguraian sampah dan dampaknya bagi lingkungan.
Tak lupa pula kegiatan ini juga menjangkau anak-anak dengan memberikan edukasi berupa sedekah dongeng dan juga aktivitas mewarnai. Pentingnya edukasi dini agar semakin banyak orang yang peduli terhadap pelestarian lautan dan alam sekitar.
Bumi adalah milik semua makhluk hidup jadi tidak hanya manusia saja yang berhak hidup di Bumi namun ada juga flora dan fauna disekitar kita. Peran mereka sangat besar bagi kelangsungan ekosistem di Bumi namun sayangnya hal itu banyak dilupai oleh manusia yang sibuk merusak lingkungan tanpa tahu dampak kerusakan lingkungan 50 tahun kedepan. Sebab menjaga lingkungan adalah tugas bersama.
Dompet Dhuafa Salurkan 500 Paket Gaza Foodbank Bantuan Bagi Rakyat Gaza

Dompet Dhuafa Salurkan 500 Paket Gaza Foodbank Bantuan Bagi Rakyat Gaza

MAKASSAR– Laporan langsung dari Gaza Utara, bahwa terdapat ratusan bangunan baik rumah, sarana publik luluh lantah akibat serangan misil Israel, dan terdapat 50 warga mengungsi di pengungsian dengan keterbatasan sarana seperti air bersih, serta kebutuhan lainnya. Pada Senin (24/5/2021), melalui sambungan telepon dan disiarkan langsung di kanal Youtube DDTV, Dompet Dhuafa bersama Takween Association berhasil menyalurkan 500 paket makanan (Gaza Foodbank) berupa sembako bagi penyintas konflik Israel-Palestina yang sampai hari ini belum banyak bantuan mereka terima. Terlebih lagi, para penyintas masih tinggal di pengungsian dengan sarana yang terbatas. Selain 500 paket Gaza Foodbank ini, Dompet Dhuafa nantinya akan terus menggulirkan bantuan-bantuan pada masa pemulihan pasca konflik Israel-Palestina seperti pembangunan kamar operasi, Covid-19 Centre, recovery disabilitas, pelatihan skill untuk perempuan di Gaza, renovasi sekolah-sekolah maupun masjid-masjid yang hancur dan fasilitas untuk sewa rumah bagi dhuafa di Palestina.
Sadi Dabboor, selaku Chairman Takween Association for Development menjelaskan, “Saat ini (Senin, 24/5/2021) saya berada di Gaza Utara, Palestina. Bantuan ini disalurkan kepada masyarakat termasuk anak-anak yang tinggal di sekitar Gaza Utara, dan yang saat ini harus pindah ke pengungsian. Karena, rumah mereka hancur akibat serangan Israel yang tak kenal henti hingga saat ini”.

Ramadan, salah satu penerima manfaat, “Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya donatur Dompet Dhuafa yang telah membantu kami. Karena hari ini bisa tersalurkan kepada kami yang telah menjadi korban atas konflik yang terjadi. Kami tahu rakyat Indonesia sayang kepada kami, dan kami sangat mengapresiasi perhatian dan bantuan dari kalian”.
Di sisi lain Mohammed Abu Mohadi (56), selaku penerima manfaat, menunjuk reruntuhan bangunan di belakangnya dan menjelaskan peristiwa yang menimpanya, “Dulu di situ adalah tempat tinggal kami. Namun sekarang sudah runtuh. Sekarang kami mengungsi di tempat yang seadanya. Makanan pun juga seadanya. Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih kepada donatur Dompet Dhuafa dan pihak-pihak lainnya telah menyalurkan bantuan ke sini.”
Sadi melanjutkan, Takween Association akan selalu bersedia menjadi mitra Dompet Dhuafa sebagai kepanjangan tangan para donatur. Sehingga dapat menyentuh saudara-saudara yang menjadi korban dampak kekejaman Israel.
Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Bambang Suherman menjelaskan, sejak 2009, Dompet Dhuafa telah menyalurkan berbagai bantuan dalam aksi kemanusiaan untuk masyarakat Palestina. Di antaranya, revitalisasi pabrik roti jabaliyah yang memproduksi sekitar sepuluh ribu roti per harinya, instalasi sumber air bersih pada 2010, mendirikan Gaza Foodbank sejak 2013, serta School for Gaza untuk anak-anak terdampak konflik Israel-Palestina pada 2014. Di 2015 juga ada program Tebar Hewan Kurban (THK) menyentuh saudara-saudara di Palestina. Pada waktu itu ada sebagian hewan kurban dari total 22 ribu hewan kurban, kami salurkan ke Palestina.
“Program lainnya ada DD Kitchen dan revitalisasi sarana umum seperti Sekolah-sekolah dan Masjid yang rusak akibat serangan Israel,” pungkas Bambang.
Melanjutkan, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat Hidayat HM menambahkan “Program respon yang dilakukan Dompet Dhuafa ini juga meliputi penyediaan ambulance gratis untuk Gaza, pelayanan kesehatan, Instalasi Gawat Darurat, Homecare rawat muka, pendistribusian, penempatan relawan medis di pos-pos kesehatan serta pendirian kitchen untuk menyediakan makanan mengingat saat ini toko-toko dan pasar tutup akibat konflik tersebut,” ungkapnya.
Bantu Penyintas Gempa Majene Di Bulan Ramadan, DD Sulsel Lakukan Aksi Layanan Kesehatan

Bantu Penyintas Gempa Majene Di Bulan Ramadan, DD Sulsel Lakukan Aksi Layanan Kesehatan

Masih dalam membawa misi kebaikan ramadan di Majene, Sulbar, Dompet Dhuafa Sulsel tidak hanya mendirikan Dapur Ramadan namun juga lakukan Aksi Layanan Sehat (ALS).

Aksi Layanan sehat adalah kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Sulsel bersama Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC DD Sulsel) berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan di daerah – daerah marginal maupun lokasi bencana.

Aksi Layanan Sehat kali ini berada di beberapa titik pengungsian yaitu Desa tampalang , Kec. Tappalang, Kab. Mamuju. Desa Mekatta Kec Malunda, Kab. Majene dan Desa Sulai, Ulumanda, Majene pada tanggal 28 – 30 April 2021.

Beragam keluhan masyarakat mengenai kesehatan meraka yang disampaikan dalam ALS. Mulai dari ISPA, TTH, dispepsia, vertigo, gatal-gatal, vertigo, gastritis hingga asam urat.

Salah satunya warga Ramla, ibu rumah tangga berusia 60 tahun ini mengaku terbantu “saya mau lepas jahitan dan ganti perban pada pada jari kaki pasca operasi tapi takut, Alhamdulillah untung ada kegiatan (ALS Dompet Dhuafa) ini yang bisa bantu lepaskan jahitan dan sekaligus ganti perban pada jari kaki saya pasca operasi. Terima kasih Dompet Dhuafa,” tuturnya.

Jamaluddin selaku pengurus masjid Desa Tampalang menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa atas layanan kesehatannya. “Dengan adanya layanan kesehatan ini masyarakat merasa terbantu serta merasa mendapat perhatian dan kepedulian. Terlebih lagi pasca bencana seperti ini layanan tersebut sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan serta vitamin, DD sulsel juga melakukan penyaluran pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita-balita di 3 titik tersebut total ada 150 paket yang diberikan kepada anak-anak. Sedangkan jumlah pasien yang menerima layanan kesehatan yaitu 190 Pasien.

Bantu Penyintas Gempa Majene, Dompet Dhuafa Sulsel Dirikan Dapur Ramadan

Bantu Penyintas Gempa Majene, Dompet Dhuafa Sulsel Dirikan Dapur Ramadan

Bulan Ramadan adalah bulan penuh suka cita. Bulan dimana pahala kita juga dilipat gandakan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak amalan agar semakin berkah ibadah. Salah satu kebaikan Ramadan yang dijanjikan pahala besar adalah memberi makan orang yang berpuasa.

Berkenaan dengan ini, Dompet Dhuafa Sulsel menggelar dapur Ramadan di Kabupaten Majene Sulbar. Kegiatan tersebut menyediakan makanan buka puasa untuk seluruh masyarakat yang tinggal di posko pengungsian pasca gempa Sulbar.

Dapur Ramadan didirikan di sekitar pengungsian. Terutama untuk masyarakat yang masih berada di tenda pengungsian tepatnya di Dusun Kasambi Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulbar.

“Tujuan dapur Ramadan ini untuk membuat dan membagikan paket makanan buka puasa secara gratis untuk masyarakat di sekitar lokasi pengungsian,” ujar Syarif, koordinator program sosial DD Sulsel.

Program ini adalah program kerja sama antara Dompet Dhuafa Sulsel dan Dompet Dhuafa USA. Program ini bertujuan menyediakan sajian berbuka puasa untuk masyarakat yang masih berada di tenda pengungsian.

Tim Dompet Dhuafa menyediakan sajian berbuka puasa dilengkapi dengan menu takjil dan lauk pauk. Dalam proses pembuatan sajian berbuka puasa melibatkan masyarakat yang berada di pengungsian.

Melalui program ini, Dompet Dhuafa menyiapkan sekitar 200 porsi per harinya. Program ini sudah berjalan sejak tanggal 20 April 2021 dan rencana akan berlangsung hingga akhir Ramadan. Adapun target program ini yaitu menyiapkan 4.000 porsi paket berbuka puasa.

Suriadi selaku kepala Dusun Kasambi, Desa Sulai Kecamatan Ulumanda mengungkapkan “Alhamdulillah. Kami warga dusun kasambi sangat gembira dan bahagia dengan adanya ini kegiatan dapur Ramadan. Saya mewakili warga Dusun Kasambi dan pengungsi yang ada di Dusun Kasambi menyampaikan kasih yang sebesar-besarnya kepada Dompet Dhuafa yang telah membuka dapur Ramadan,” ujarnya.

Andi Iwan, warga Kelurahan Lamungan Batu Kecamatan Malunda juga menyampaikan bahwa sejak hari pertama gempa, mereka mengungsi ke bukit tinggi, Dusun Kasambi. Mereka tinggal di tenda pengungsian bersama warga lainnya.

“Kami sudah tinggal di sini kurang lebih 3 bulan karena rumah kami sudah roboh. Selama bulan Ramadan ini kami masih tinggal di pengungsian. Dengan adanya dapur Ramadan kami tidak perlu lagi memikirkan apa yang mesti dimakan untuk berbuka. Kami sangat bersyukur dan senang. Kami berterima kasih sebanyak banyaknya kepada Dompet Dhuafa yang telah membuka dapur Ramadan ini,” tutur Andi.

Gandeng DD Sulsel, Komunitas CCBC Berbagi Takjil untuk Pejuang Tangguh di Jalan

Gandeng DD Sulsel, Komunitas CCBC Berbagi Takjil untuk Pejuang Tangguh di Jalan

Bulan Ramadhan benar-benar kesempatan terbaik untuk beramal. Bulan ini adalah kesempatan menuai pahala melimpah. Banyak amalan yang bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa.

Dengan memberi makan untuk para pejuang di jalanan bisa menjadi salah satu ladang pahala di bulan puasa ini. Maka sudah sepantasnya kesempatan tersebut tidak terlewatkan.

Pada Jumat (24/04/2021), Celebes Cooking and Baking Community (CCBC) bersama Dompet Dhuafa Sulsel melakukan melakukan penyaluran Berbagi Takjil kepada para pejuang tangguh di jalanan yaitu kepada para pengendara motor, mobil, angkutan umum, pejalan kaki maupun para pengemis. Tempat berlokasi di depan Kantor Dompet Dhuafa Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar.

“Program Berbagi Takjil adalah agenda tahunan DD Sulsel yang dilakukan setiap bulan Ramadhan. Kami menargetkan 100 paket Berbagi Takjil ini dibagikan kepada masyaraka pada setiap penyaluran selama bulan Ramadan ini,” ucap Zulkilfi, Panitia Program Ramadan Dompet Dhuafa Sulsel.

“Tujuan program ini ialah untuk memberikan takjil ringan kepada umat muslim yang berpuasa untuk bisa menyegerakan berbuka puasa,” imbuhnya.

Program bagi takjil ini untuk memberikan paket takjil ringan kepada umat muslim yang berpuasa yang tidak sempat menyiapkan takjilnya usai mengakhiri aktivitas bekerja dan tengah berkendara atau masih dalam perjalanan pulang.

Dompet Dhuafa berinisaitif untuk membantu para pengendara yang sedang berjuang di tengah kemacetan dengan memberikan takjil berupa air mineral dan makanan ringan.

Penyaluran 200 paket takjil on the road ini dibantu oleh amil dan para relawan Dompet Dhuafa dan dilakukan pada saat jam pulang kantor sekitar pukul 17.40.

Pada jam tersebut ialah jam teramai, orang akan berlomba-lomba untuk sampai ke rumah. Dan banyak diantara mereka berbuka di jalanan. Semoga dengan paket takjil yang berisikan roti, kurma dan air mineral ini bisa bermanfaat bagi yang sedang berpuasa.

Adanya penyaluran ini juga tak lepas dari kebaikan para donatur khususnya ibu-ibu komunitas CCBC
yang mau memberikan donasinya melalui program paket ramadhan #TakjilOnTheRoad Dompet Dhuafa Sulsel.

Copyright © 2026 DD Sulsel