Sinergi Bantu Kebutuhan Gizi Anak Yatim, DD Sulsel gandeng Gojek Kerjasama

Sinergi Bantu Kebutuhan Gizi Anak Yatim, DD Sulsel gandeng Gojek Kerjasama

MAKASSAR – Menurut data yang dirilis Global Hunger Index, bahwa di tahun 2020 tingkat kelaparan di Indonesia berada pada posisi 70 dari 107 negara. Hal ini membuktikan bahwa banyak masyarakat berada dalam kondisi gizi buruk terlebih lagi para anak-anak yang berada di dalam panti asuhan.

Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Sulsel (DD Sulsel) membantu memenuhi kebutuhan makanan anak-anak yatim melalui program berbagi kenyang. Program berbagi kenyang merupakan kegiatan berbagi makanan bergizi kepada para anak yatim, pejuang jalanan, warga kurang mampu, hingga warga yang terdampak musibah di Makassar dan sekitarnya dan dilakukan secara berkala pada hari Jumat. 


Untuk memperluas manfaat kepada masyarakat, DD Sulsel menggandeng Gojek Indonesia regional Makassar yang selaras dalam memberikan kontribusi kepada Indonesia. Sebagai perusahaan digital karya anak bangsa, PT Gojek Indonesia juga turut berkomitmen membantu sesama melalui mitra-mitranya. Salah satu langkah yang dilakukan Gojek yaitu memberdayakan merchant serta membuka ruang kolaborasi kebaikan bersama lembaga sosial salah satunya Dompet Dhuafa.

Gojek Indonesia regional Makassar bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melakukan penandatangan nota kerjasama (MoU) untuk berkolaborasi kebaikan untuk warga kurang mampu dengan bentuk berbagi kenyang. Penandatanganan MoU ini dilakukan di Kantor Gojek Regional Makassar Jl. Sultan Alauddin No.91 (6/9/2021).


Venny Johan selaku head marketing gojek sulawesi mengemukakan Gojek akan membuat menu bundling untuk kegiatan sosial berbagi kenyang di platform GoFood selama periode tanggal 6 – 19 September 2021. Promo kolaborasi dapat diakses pada slide 8 pada fitur GoFood yang berisikan promo dari merchant Ayam Penyet dan Panggang Depot, Bokatana Tamalate, Bebek Gazebo, Dapur Ria Tamalanrea, Lontong Kari Tamangapa, Mie Pedang Sudiang, Ayam Dangkot Goa Ria, dan Nasi Kuning Vai.

“Ini adalah kerjasama pertama kali kami (Gojek) dengan dengan lembaga Dompet Dhuafa berupa bantuan digital yang melibatkan 12 merchant GoFood yang ada di Makassar. Harapan kami semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut bukan hanya sampai pada akhir september ini namun bisa terus terjalin dalam waktu yang panjang,” terang Venny

12 Merchant peserta akan menyiapkan donasi makanan setiap jumat yang nantinya Dompet Dhuafa melalui pengurus akan menjemput dan mendistribusikan donasi makanan kepada penerima manfaat berbagi kenyang di Panti Asuhan Makassar.

Tahap awal kerja sama ini akan disalurkan ke dua panti asuhan yaitu Panti Asuhan Berkat Ilahi Robbi di Jln BTN Minasa Upa Blok L 5 No.10 dan Panti Asuhan As Syifa yang beralamat di Jl Tamangapa Raya No 328 sebagai proyek percontohan. Yang kemudian nanti akan dilanjutkan ke beberapa panti asuhan dan tempat yang di Makassar.


Pimpinan Dompet Dhuafa Sulsel Rahmat Hidayat turut mengutarakan melalui bantuan Gojek Indonesia, DD Sulsel ingin berekspansi kebaikan lebih luas lagi untuk menebar manfaat kepada sesama.

“Hadirnya inovasi kebaikan bersama Gojek ini membuka peluang dan memudahkan orang untuk saling berbagi, selain itu semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan berhasil serta dapat diimplementasikan pada cabang Dompet Dhuafa lainnya” imbuhnya.

Dompet Dhuafa Bantu Petani di Pelosok Pinrang Kembangkan Potensi Kopi

Dompet Dhuafa Bantu Petani di Pelosok Pinrang Kembangkan Potensi Kopi

PINRANG – Kopi merupakan salah satu komoditas andalan dalam sektor perkebunan Indonesia. Peran komoditas kopi bagi perekonomian Indonesia cukup penting, terlebih sebagai sumber pendapatan bagi petani kopi.

Melihat peluang kopi yang begitu besar, Dompet Dhuafa Sulsel turut serta mensejahterakan para petani kopi terutama wilayah pelosok dan terpencil dengan cara menggaet anak muda desa untuk mengembangkan potensi kopi yang ada di wilayah tersebut. Salah satu penerima manfaat Dompet Dhuafa adalah Burhan yang mendapatkan bantuan program muda berdaya untuk mengembangkan potensi Kopi Robusta di Dusun Sipatokkong, Desa Letta, Kec Lembang, Pinrang.

Melalui bantuan Dompet Dhuafa, Burhan perlahan-lahan mengembangkan Kopi Letta, memberdayakan petani kopi untuk meningkatkan kualitas kopinya. Sehingga tidak hanya membeli hasil kopi, namun juga memberikan solusi dan edukasi kepada petani proses peremajaan, pemeliharaan, penanganan penyakit dan pengolahan pasca panen. Disamping itu juga memberdayakan para ibu-ibu pemetik biji saat masa panen tiba.

Saat ini Dompet Dhuafa telah menyediakan rumah pengeringan yang dapat digunakan untuk menjemur hasil pulping kopi baik musim kemarau maupun hujan. Petani tidak perlu khawatir kopinya menjadi busuk.

Peresmian Gudang Kopi Letta
Selanjutnya, pada Minggu (29/08) Dompet Dhuafa Sulsel kembali mendatangi Letta untuk resmikan gudang penyimpanan kopi yang akan digunakan untuk menyimpan hasil penjualan petani Kopi Letta.

Peresmian gudang ini dihadiri oleh pimpinan cabang DD Sulsel, Pemangku Adat, Kepala Dusun dan para petani penerima manfaat.

Rahmat Hidayat HM mengutarakan “Ini adalah 1 tahun kami di bekerjasama dengan Burhan untuk memberdayakan potensi desa (kopi). Semoga dengan adanya gudang ini, perlahan akan meningkatkan komoditas petani,” terang Rahmat pimpinan cabang DD Sulsel.

“Semoga para petani juga konsisten untuk memperbaiki kualitas kopinya. Melihat potensi kopi di Letta saat ini mencapai 6 – 8 ton maka tidak mungkin untuk meningkatkan hasilnya mencapai 10 ton per tahun. Melalui perpanjangan tangan orang yang berzakat, Ini adalah salah satu langkah kami memberdayakan para penerima manfaat untuk mengembangkan potensi desa yang ada,” imbuhnya.

Menambahkan, kepala Dusun Sipatokkong Tahir mengungkapkan bahwa “Dengan masuknya Dompet Dhuafa, kami bisa belajar memperbaiki kualitas kopi sehingga banyak masyarakat yang merasakan kualitasnya dari hulu hingga ke hilir” sambutnya.

Peresmian Gudang Kopi Letta

Dengan adanya gudang penyimpanan ini, para petani juga tak perlu lagi menjual hasil panen kopinya ke tengkulak di Kota, ini akan menjadi tempat penyimpanan hasil kopi petani untuk diolah lebih lanjut dan dipasarkan ke coffee shop hingga marketplace.

Selain itu, Burhan menyampaikan bahwa gudang kopi ini juga dapat digunakan bersama oleh para warga yang berada di Dusun Sipatokkong, Letta untuk menyimpan kopinya agar tidak menumpuk di rumahnya juga untuk tetap dipantau kualitasnya.

 

Gudang Kopi Letta
Desa Letta sendiri merupakan penghasil kopi jenis robusta. Wilayah ini memiliki ketinggian 800 hingga 1000 mdpl yang merupakan kondisi ideal untuk memproduksi kopi jenis robusta.
Bantu Korban Kebakaran Makassar, Dompet Dhuafa Sulsel Dirikan Pos Hangat

Bantu Korban Kebakaran Makassar, Dompet Dhuafa Sulsel Dirikan Pos Hangat

Makassar – Pada Rabu pagi (11/08/2021) sebuah kebakaran hebat terjadi di kompleks di area Kompleks Lepping, Kelurahan Jongaya, Tamalate, Makassar. Akibat insiden tersebut, Sedikitnya 95 unit rumah semi permanen hangus terbakar dan 15 lainnya terdampak.

Menurut laporan Plt Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar Hasanuddin menyebut kebakaran terjadi Laporan sementara, kebakaran diduga terjadi karena salah seorang warga memasak, lalu ditinggal keluar dari rumah. Akibatnya, kompor warga tersebut meledak. “Penyebab sementara kebakaran, warga memasak, lalu ditinggal, kompor meleduk,” ungkap Hasanuddin.

Beruntung dalam kebakaran dahsyat itu tidak ada korban jiwa. Hingga kini pihak pemerintah setempat pun sedang mendata siapa saja warga yang menjadi korban kebakaran. “Kerugian belum bisa kami taksir. Yang jelas ada 110 rumah terdampak, 95 diantaranya hangus terbakar. 123 kepala keluarga yang menjadi korban,” sebut Hasanuddin.

Warga terdampak berangsur memenuhi posko pengungsian yang disediakan Dinas Sosial Pemkot Makassar. Mereka tinggal dalam tenda hanya berbekal barang yang berhasil terselamatkan. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan dari berbagai pihak silih berdatangan untuk memenuhi kebutuhan korban.



Di kawasan posko pengungsian tersebut, Dompet Dhuafa pun sudah melakukan asesmen dan mendirikan pos hangat yang menyediakan beraneka minuman seperti kopi, susu, teh serta makanan ringan. Para warga terdampak, mengaku terbantu dengan adanya pos hangat untuk menemani malam yang tidak kunjung membuatnya terlelap.

Syarif selaku koordinator bidang sosial dan kebencanaan Dompet Dhuafa Sulsel (DD Sulsel) menyebutkan pos hangat ini telah didirikan sejak hari rabu malam dan masih terus berlanjut untuk membantu menghidangkan makanan dan minuman bagi para warga yang terdampak.

“Selain pos hangat terpadu ini, selanjutkan DD Sulsel juga akan mendirikan fasilitas cuci tangan dan pembagian masker mengingat saat ini kita masih berada dalam situasi ppkm yang mewajibkan masyarakat dengan tetap mematuhi protokol COVID-19” tutur Syarif

Lebih lanjut, DD Sulsel juga turut mengajak masyarakat luas khususnya masyarakat Sulawesi Selatan untuk bersama mengulurkan bantuan untuk warga yang terdampak kebakaran.

PLN ULP Barru gandeng DD Sulsel, Salurkan Listrik Gratis Untuk Keluarga Pra Sejahtera 

PLN ULP Barru gandeng DD Sulsel, Salurkan Listrik Gratis Untuk Keluarga Pra Sejahtera 

Barru, 5 Agustus 2021 – Listrik masih menjadi kebutuhan mahal bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Meskipun listrik masuk dalam kategori kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Akan tetapi masih banyak warga yang belum terpenuhi kebutuhan listriknya. Hal ini dikarenakan biaya instalasi yang mahal. Akibatnya banyak warga yang memilih menyambung listrik dari tetangga dan tak sedikit pula yang tinggal secara gelap gulita.

Melihat keadaan ini, PT PLN lakukan gelaran PLN Virtual Charity Run and Ride (VCRR) sekaligus merupakan rangkaian dari peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-75, PLN VCRR 2020 adalah ajang donasi melalui olahraga (berlari dan bersepeda) yang telah diselenggarakan pada bulan November 2020 lalu.

Diselenggarakan secara virtual, ajang tersebut dapat diikuti dimana saja di seluruh nusantara. Setiap kilometer dalam berlari dikonversikan ke dalam rupiah yaitu sebesar Rp 40.000,- dan sepeda sebesar Rp 35.000,-. Nominal tersebut digunakan untuk biaya penyambungan listrik rumah masyarakat Pra Sejahtera yang tersebar di seluruh Indonesia dengan daya 450 VA.

Meskipun program VCRR 2020 sudah berakhir, namun sampai saat ini manfaat dari program ini masih terus disalurkan di berbagai wilayah. Salah satu wilayah yang mendapatkan bantuan VCRR adalah kabupaten Barru. Sebanyak 189 warga kurang mampu yang tersebar di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Barru telah menerima bantuan penyambungan listrik gratis melalui PT PLN Virtual Charity RUN dan Ride.

Manajer PLN ULP Unit Barru Sandy Sanriaga mengungkapkan, “Dengan adanya bantuan VCRR ini, para warga mangaku terbantu dengan adanya bantuan instalasi listrik ini. Warga yang sebelumnya menyambungkan listrik dari tetangga kini memiliki daya listrik sendiri dan dapat mengontrolnya tagihan bulanannya. Dan bagi warga yang sama sekali tinggal gelap gulita, kini telah bisa merasakan cahaya setiap malam dari bantuan listrik ini dari PLN,” paparnya.

“Penyaluran listrik gratis ini berupa pemasangan dan instalasi listrik berdaya 450 watt, dengan daya listrik yang rendah ini diharapkan membantu kebutuhan listrik masyarakat tidak mampu,” tambahnya

Dalam penyaluran listrik gratis ini, PLN ULP Barru juga bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) sebagai mitra penyaluran. Para warga yang mendapat bantuan ini kebanyakan berprofesi sebagai petani, serabutan, janda, lansia, ada pula yang tidak bekerja dan hidup dari bantuan sosial yang memang belum memiliki instalasi listrik sama sekali.

 

5000 Warga Telah Merasakan Manfaat Kurban Melalui THK Dompet Dhuafa Sulsel 2021

5000 Warga Telah Merasakan Manfaat Kurban Melalui THK Dompet Dhuafa Sulsel 2021

Pada hari raya Idul Adha, umat muslim merayakan dan berbagi sukacita dengan berkurban. Berkurban tidak hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT namun juga membentang kebaikan dan kebahagiaan kepada sesama.

 

Sejak 1994 sebagai bentuk perayaan hari raya Idul Adha, Dompet Dhuafa membuat program Tebar Hewan Kurban (THK) untuk menebar kebaikan hingga pelosok negeri. Melalui THK, Dompet Dhuafa menjangkau berbagai wilayah daerah seperti wilayah tertinggal, kepulauan, miskin, rawan gizi, daerah yang belum pernah menikmati daging kurban, hingga daerah terkena bencana alam.

Pada Selasa (27/7/2021), Tahun ini program THK Dompet Dhuafa cabang Sulawesi Selatan menyasar 10 kabupaten di 2 provinsi yaitu Sulawesi yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Masing-masing diantaranya yaitu Kabupaten Gowa, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Maros, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Bone, Kabupaten Pangkep, Pare-Pare, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), dan Kabupaten Majene.

Sebanyak 141 ekor hewan ternak berupa sapi dan kambing kepercayaan donatur telah berhasil salurkan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 5000 keluarga telah merasakan manfaat daging kurban.

 

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah menyumbangkan hewan kurbannya hingga desa kami yang terdampak banjir yang cukup parah ini. Hewan kurban ini sangat bermanfaat bagi warga saya, mereka akan senang sekali. Sekali lagi terima kasih banyak,” ucap Saharuddin Silla Kepala Desa Tarowang, Jeneponto.

Kepala cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat Hidayat HM mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu melancarkan program THK Dompet Dhuafa tahun ini. “Terima kasih atas amanah kurban yang telah tunaikan melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa 1442 H/ 2021 M. Semoga Allah selalu menaungi keberkahan kepada para pequrban dan kita semua”.

Bagi Dompet Dhuafa, kepercayaan para donatur menjadi prioritas utama dalam mengemban amanah menebar manfaat bagi mereka kaum dhuafa yang membutuhkan. Untuk itu, momen Idul Adha (Hari Kurban) tak pernah dilewatkan Dompet Dhuafa untuk mengajak masyarakat, lembaga maupun korporat untuk ikut berbagi kebahagiaan dengan menebar hewan kurban di berbagai wilayah pelosok terlebih di masa pandemi saat ini.

 

Untuk diketahui sejak tahun 1994, Dompet Dhuafa telah menyalurkan lebih dari 200 ribu hewan kurban ke penjuru dunia. Dompet Dhuafa memperhatikan mutu melalui 4 parameter yakni bobot hidup, kesehatan dan fisik, pelaksanaan pemotongan, dan tepat sasaran.


“Proses quality control selalu dilaksanakan dompet dhuafa memastikan ibadah kurban anda berkualitas. Mulai dari fase pengadaan sampai pemotongan yang sesuai syariat. Amanah kurban disalurkan ke wilayah miskin, tertinggal, dan pedalaman serta wilayah bencana. Manfaat kurban juga memberdayakan peternak lokal binaan dompet dhuafa untuk mandiri dan membentang kebaikan. Selain pemberdayaan peternak, hal ini juga turut menguatkan ketahanan pangan masyarakat yang jarang menikmati daging hewan kurban,” pungkas Rahmat.

Dompet Dhuafa Sulsel Tebar Hewan Kurban Hingga Ke Wilayah Terdampak Bencana Alam

Dompet Dhuafa Sulsel Tebar Hewan Kurban Hingga Ke Wilayah Terdampak Bencana Alam

Awal tahun 2021 lalu, Indonesia dikejutkan dengan bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 yang melanda Sulawesi Barat tepatnya di wilayah Mamuju hingga Majene. Penyebabnya dipicu oleh aktivitas sesar aktif Mamuju-Majene Thrust dan Makassar Strait Thrust.

Akibat goncangan gempa ini, menghantarkan banyak kerugian. Banyak yang selamat, namun tidak sedikit pula yang meninggal dan juga hilangkan harta benda. Hingga kini, orang-orang masih berusaha untuk beranjak dari pengalaman traumatis tersebut.
Dalam mengurangi beban para penyintas yang masih bertahan di tenda pengungsian hingga saat ini, Dompet Dhuafa berbagi suka cita di hari raya Idul Adha ini. Dompet Dhuafa melalui kantor cabangnya di Sulawesi Selatan (DD Sulsel), mendistribusikan daging kurban untuk para penyintas di Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Selasa (20/07/2021).
“Alhamdulillah tahun ini kami mendistribusikan 10 hewan kurban berupa kambing untuk para penyintas bencana gempa di Majene. Tebar Hewan Kurban (THK) ini juga disambut antusias oleh masyarakat yang membuat kami semangat untuk terus menebar kebaikan. Semoga daging kurban ini bermanfaat dan berkah untuk kita semua,” ucap Aswar Habir, Ketua Tim THK Dompet Dhuafa Sulsel pada Rabu (21/7/2021).
Selain wilayah Majene, Dompet Dhuafa Sulsel juga menebar kebaikan kurban di daerah terdampak bencana alam lainnya yaitu di Kabupaten Jeneponto. Tepatnya di Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto. Terhitung ada 1 sapi dan 1 kambing yang dipotong untuk kebermanfaatan penyintas pada Rabu (21/07/2021).
Seperti yang kita tahu, pertengahan tahun ini yaitu pada awal Juli kemarin, ada 3 Kabupaten di Sulsel yaitu Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Sinjai dilanda banjir bandang. Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu yang terparah. Tercatat sedikitnya ada 1000 rumah yang mengalami dampak dari rendaman banjir. Ada ratusan rumah warga mengalami rusak parah termasuk fasilitas umum. Akibatnya, warga saat ini memilih mengungsi sembari menunggu rumahnya terbangun kembali.
“Saat terjadinya bencana banjir bandang para warga mengungsi ke rumah keluarga sebab air sudah menggenangi rumah mereka, rumah warga beberapa ada yang rusak dan roboh akibat serangan banjir. Alhamdulilah dari tangan-tangan baik kami bisa merasakan daging kurban tahun ini. Terima kasih Dompet Dhuafa atas bantuannya” ucap Asriani penerima manfaat.
Suka-cita Idul Adha terus dikumandangkan Dompet Dhuafa dengan berbagi kepada sesama muslim yang membutuhkan. Melalui Tebar Hewan Kurban (THK), Dompet Dhuafa ingin menebar kebaikan kepada para warga yang berada di wilayah terpencil, terbelakang, rawan gizi hingga wilayah terdampak bencana alam. Selain itu, Dompet Dhuafa juga bekerja sama dengan para peternak lokal di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan mendistribusikannya hingga ke pelosok.
Copyright © 2026 DD Sulsel