Awal tahun 2021 lalu, Indonesia dikejutkan dengan bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 yang melanda Sulawesi Barat tepatnya di wilayah Mamuju hingga Majene. Penyebabnya dipicu oleh aktivitas sesar aktif Mamuju-Majene Thrust dan Makassar Strait Thrust.
Press Release
Dompet Dhuafa Sulsel Kenalkan Pemberdayaan Kopi Pattongko Dan Upayanya Kurangi Kemiskinan
Dompet Dhuafa melalui program Muda Berdaya membentuk Kopi Pattongko di Kampung Pattongko dan Lappara, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai.
Kepala cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) Rahmat Hidayat HM mengatakan, Kopi Pattongko merupakan program yang berupaya memberdayakan potensi desa yang berada di pelosok melalui kemampuan anak muda desa.
Kopi Pattongko merupakan rumah olah kopi yang telah dikelola oleh Ramly dan Mail sejak tahun 2017 kemudian bergabung ke dalam program muda berdaya bersama Dompet Dhuafa Sulsel tahun 2020 untuk menjangkau lebih banyak lagi penerima manfaat (PM) dengan tujuan mengekplorasi daerah dengan potensi pertanian yang baik serta memberdayakan masyarakat lewat inovasi pertanian berkelanjutan.
Melalui program muda berdaya, Kopi Pattongko bereksplorasi dan menemukan potensi melalui konsistensi menciptakan program pemberdayaan masyarakat mengenai rantai produksi, sistem kerja, hingga pelatihan pertanian yang bisa membantu mereka berkembang dan berkontribusi bersama dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Setelah bergabung pada program Muda Berdaya, untuk pertama kalinya tim Dompet Dhuafa Sulsel melakukan kunjungan ke wilayah perkebunan Kopi Pattongko sekaligus ikut panen hasil kopi pemberdayaan pada 11 Juni – 13 Juni 2021. Ini merupakan panen perdana yang dilakukan bersama tim Dompet Dhuafa.
Perjalanan tim DD Sulsel dimulai hari Jumat (11/06/2021) pada pukul 12:00 dan tiba di perkebunan Pattongko pada waktu 19:00 kemudian dilanjutkan perjanan menggunakan motor 15 menit lalu dilanjutkan perjalanan kaki selama 15 menit dikarenakan medan jalan yang licin dan begitu curam. Jalanan menuju ke perkebunan Pattongko merupakan jalan swadaya yang dibangun oleh petani setempat untuk mempermudah akses mereka.
Kegiatan pemetikan kopi DD Sulsel bersama pemetik kopi Pattongko dimulai pada pagi hari Sabtu (12/03/2021). Tim DD Sulsel diajak pergi ke perkebunan kopi dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit. Selama perjalanan, tim DD Sulsel disambut dengan kontur jalanan yang licin, terjal, dan mendaki.
Dalam perjalanan Ramly bercerita kesulitannya dalam mengolah perkebunan ini adalah akses yang jalan yang sulit sehingga para petani dan pemetik kopi harus membuat jalan swadaya agar dapat mengaksesnya menuju keperkebunan. Ditambah lagi kondisi kebun yang berjarak membuat para pemetik harus pindah kebun ke kebun dengan sangat hati-hati agar tidak salah berpijak.
Kawasan perkebunan ini merupakan kawasan hutan milik negara yang dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam namun bukan kopi sebagai penghasil ekonomi utama melainkan cengkeh, sehingga perawatan kopi sering dikesampingnya para warga. Namun kehadiran Ramly dan Mail akhirnya sedikit demi sedikit membuka kesadaran para petani bahwa kopi memiliki potensi ekonomi yang besar.
Melalui pendekatan sosial, para petani yang awalnya keliru akhirnya mulai memerhatikan kebun kopi milik mereka sehingga dapat menghasilkan kopi arabika yang berkualitas tinggi. Para petani mulai paham cara bercocok tanam begitupun dengan cara memetik kopi. Ramly dan Mail mengedukasi para petani cara yang benar bahwa dalam bercocok tanam, pohon kopi harus diperhatikan kesuburannya mulai dari pemangkasan hingga pemupukan. Dan juga pemetikan harus selektif yaitu hanya biji kopi yang berwarna merah saja yang boleh diambil sedangkan yang hijau dibiarkan matang dipohon, selanjutnya juga dilakukan pengambilan kopi yang telah jatuh di bawah pohon guna mencegah kerusakan pada pohon kopi.
Ramly juga bercerita kesulitan lain yang mereka hadapi yaitu curah hujan yang tinggi membuat banyak kerusakan pada kopi namun hal ini mereka jadikan bahan untuk menemukan inovasi dan solusi dalam pengolahan kebun kopi.
Selama kunjungan, Tim DD Sulsel diajak untuk memetik kopi bersama para PM pemetik Kopi Pattongko. Para PM bercerita mereka telah bergabung menjadi pemetik kopi selama 1 – 4 tahun. Mereka merasa senang bisa bekerja bersama Ramly dan Mail sebagai pemetik kopi dan bersyukur melalui program pemberdayaan ini, mereka bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan dapur dan sekolah anak. Ibu Suarni pemetik kopi bercerita “Di saat tidak ada sumber pendapatan yang lain, Kopi Pattongko membantu kami untuk jadi pemetik kopi dengan upah yang baik. Ada solusi pendapatan untuk bantu suami menghidupi keluarga,” ucapnya penuh haru.

Ada pula bapak Syamsuddin mengatakan “Dulu saya kira, pengelola Kopi Pattongko itu hanya pedagang biasa yang mau kasih kacau harga. Ternyata, setelah mereka empat tahun membantu mengolah kopi kami, akhirnya saya ikut program kopi pattongko. Alhamdulillah, ada jaminan kopi kami akan ke mana. Lalu harga untuk kopi kami juga jauh lebih baik. Makanya saat ini, saya ikutan juga, kembali merawat kopi yang selama ini mulai kami tinggalkan,” tuturnya.

Tidak hanya mengolah kebun kopi, baik ramly dan mail membuka peluang kerja untuk para warga yang membutuhkan.

Ketika kegiatan pemetikan selesai, tim DD Sulsel diajak untuk melakukan proses selanjutnya yaitu dengan pulping yaitu pemisahan antara biji kopi dan kulitnya. Pada proses ini, kopi terlebih dahulu di cuci dan rendam untuk memisahkannya dengan biji kopi yang tidak layak. Lalu proses selanjutnya yaitu melakukan peraman atau fermentasi biji kopi yang telah di pulping selama 18 jam. Biji kopi yang telah difermentasi selanjutnya dicuci secara bersih lalu kemudian dijemur selama 2 minggu hingga kering sebelum akhirnya dipasarkan.
PINRANG – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 5 dan 8 Juni. Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan serta CSR Bank SULSELBAR turut serta menjaga bumi dan lingkungan dengan mengadakan pelestarian lingkungan dengan kegiatan Sedekah Bumi.
Pemilihan Kampung Kreasi Desa Wiringtasi sebagai lokasi Sedekah Bumi yaitu karena wilayah tersebut merupakan wilayah dengan banyak pesisir pantai namun kurang kosentrasi. Wilayah pesisir pantainya banyak dijadikan sebagai lahan konversi sebagai tambak ikan. Akan tetapi dampak buruk dari lahan konversi ini menciptakan ekosistem yang buruk yaitu turunnya kualitas sumber daya mangrove serta sulitnya nelayan mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Sebab itu, penanaman bakau ini bertujuan membuat ekosistem pesisir kembali pulih. Begitupun pantai Lowita juga di kenal sebagai wilayah konservasi penyu dan telur-telurnya yang harus dilestarikan.
Dompet Dhuafa Salurkan 500 Paket Gaza Foodbank Bantuan Bagi Rakyat Gaza
Bantu Penyintas Gempa Majene Di Bulan Ramadan, DD Sulsel Lakukan Aksi Layanan Kesehatan
Masih dalam membawa misi kebaikan ramadan di Majene, Sulbar, Dompet Dhuafa Sulsel tidak hanya mendirikan Dapur Ramadan namun juga lakukan Aksi Layanan Sehat (ALS).
Aksi Layanan sehat adalah kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Sulsel bersama Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC DD Sulsel) berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan di daerah – daerah marginal maupun lokasi bencana.
Aksi Layanan Sehat kali ini berada di beberapa titik pengungsian yaitu Desa tampalang , Kec. Tappalang, Kab. Mamuju. Desa Mekatta Kec Malunda, Kab. Majene dan Desa Sulai, Ulumanda, Majene pada tanggal 28 – 30 April 2021.
Beragam keluhan masyarakat mengenai kesehatan meraka yang disampaikan dalam ALS. Mulai dari ISPA, TTH, dispepsia, vertigo, gatal-gatal, vertigo, gastritis hingga asam urat.
Salah satunya warga Ramla, ibu rumah tangga berusia 60 tahun ini mengaku terbantu “saya mau lepas jahitan dan ganti perban pada pada jari kaki pasca operasi tapi takut, Alhamdulillah untung ada kegiatan (ALS Dompet Dhuafa) ini yang bisa bantu lepaskan jahitan dan sekaligus ganti perban pada jari kaki saya pasca operasi. Terima kasih Dompet Dhuafa,” tuturnya.
Jamaluddin selaku pengurus masjid Desa Tampalang menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa atas layanan kesehatannya. “Dengan adanya layanan kesehatan ini masyarakat merasa terbantu serta merasa mendapat perhatian dan kepedulian. Terlebih lagi pasca bencana seperti ini layanan tersebut sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan serta vitamin, DD sulsel juga melakukan penyaluran pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita-balita di 3 titik tersebut total ada 150 paket yang diberikan kepada anak-anak. Sedangkan jumlah pasien yang menerima layanan kesehatan yaitu 190 Pasien.
Bantu Penyintas Gempa Majene, Dompet Dhuafa Sulsel Dirikan Dapur Ramadan
Bulan Ramadan adalah bulan penuh suka cita. Bulan dimana pahala kita juga dilipat gandakan oleh Allah subhanahu wata’ala.
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak amalan agar semakin berkah ibadah. Salah satu kebaikan Ramadan yang dijanjikan pahala besar adalah memberi makan orang yang berpuasa.
Berkenaan dengan ini, Dompet Dhuafa Sulsel menggelar dapur Ramadan di Kabupaten Majene Sulbar. Kegiatan tersebut menyediakan makanan buka puasa untuk seluruh masyarakat yang tinggal di posko pengungsian pasca gempa Sulbar.
Dapur Ramadan didirikan di sekitar pengungsian. Terutama untuk masyarakat yang masih berada di tenda pengungsian tepatnya di Dusun Kasambi Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulbar.
“Tujuan dapur Ramadan ini untuk membuat dan membagikan paket makanan buka puasa secara gratis untuk masyarakat di sekitar lokasi pengungsian,” ujar Syarif, koordinator program sosial DD Sulsel.
Program ini adalah program kerja sama antara Dompet Dhuafa Sulsel dan Dompet Dhuafa USA. Program ini bertujuan menyediakan sajian berbuka puasa untuk masyarakat yang masih berada di tenda pengungsian.
Tim Dompet Dhuafa menyediakan sajian berbuka puasa dilengkapi dengan menu takjil dan lauk pauk. Dalam proses pembuatan sajian berbuka puasa melibatkan masyarakat yang berada di pengungsian.
Melalui program ini, Dompet Dhuafa menyiapkan sekitar 200 porsi per harinya. Program ini sudah berjalan sejak tanggal 20 April 2021 dan rencana akan berlangsung hingga akhir Ramadan. Adapun target program ini yaitu menyiapkan 4.000 porsi paket berbuka puasa.
Suriadi selaku kepala Dusun Kasambi, Desa Sulai Kecamatan Ulumanda mengungkapkan “Alhamdulillah. Kami warga dusun kasambi sangat gembira dan bahagia dengan adanya ini kegiatan dapur Ramadan. Saya mewakili warga Dusun Kasambi dan pengungsi yang ada di Dusun Kasambi menyampaikan kasih yang sebesar-besarnya kepada Dompet Dhuafa yang telah membuka dapur Ramadan,” ujarnya.
Andi Iwan, warga Kelurahan Lamungan Batu Kecamatan Malunda juga menyampaikan bahwa sejak hari pertama gempa, mereka mengungsi ke bukit tinggi, Dusun Kasambi. Mereka tinggal di tenda pengungsian bersama warga lainnya.
“Kami sudah tinggal di sini kurang lebih 3 bulan karena rumah kami sudah roboh. Selama bulan Ramadan ini kami masih tinggal di pengungsian. Dengan adanya dapur Ramadan kami tidak perlu lagi memikirkan apa yang mesti dimakan untuk berbuka. Kami sangat bersyukur dan senang. Kami berterima kasih sebanyak banyaknya kepada Dompet Dhuafa yang telah membuka dapur Ramadan ini,” tutur Andi.


























