Foto bersama PT PLN (Persero) UPT Sulselrabar, Dompet Dhuafa Sulsel, bersama perwakilan peserta Sunat Massal Dhuafa.
Makassar-Lazis PLN UPT Sulselrabar bekerjasama Dompet Dhuafa Sulsel gelar Sunat Massal Dhuafa yang dilaksanakan di Kantor PLN UPT Sulselrabar yang beralamat di Jl. Bonto Ramba No. 9, Makassar, Sulawesi Selatan pada hari Rabu (24/5). Sebanyak 45 anak yatim dan dhuafa yang mengikuti sunnatan massal, yang berasal dari berbagai wilayah di kota Makassar.
Proses Sunat Massal Dhuafa
Ketua Lazis PLN UPT Sulselrabar, H. Sunu Suharto mengatakan, Sunat Massal Dhuafa sebanyak 45 Orang dan dirangkaian dengan penyaluran dana Lazis lainnya. Dengan dana lazis kita dapat gunakan untuk membantu yatim dhuafa khususnya dalam sunat massal dhuafa dan Program lainnya yang disalurkan pada hari ini.
Kegiatan Sunat Massal Dhuafa ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian PLN kepada kaum dhuafa. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahmi antara PLN dengan masyarakat.
Manajer PT. PLN UPT Sulselrabar, Rahmat mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini berkat dana zakat maupun sedekah yang dikumpulkan dari Lazis PLN UPT Sulselrabar dari gaji karyawan yang dipotong otomatis sebagai zakat penghasilan dari gaji bulanan, kemudian dikumpulkan melalui Lazis PLN UPT Sulselrabar dan menyalurkan bantuan bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Sulsel melalui Program Sunat Massal Dhuafa, Program Rumah Produksi, dan Program Bedah Rumah. Hal ini sebagai bentuk kepedulian PLN kepada kaum dhuafa.
PLN tidak hanya berkaitan dengan kelistrikan saja melainkan PLN juga berkaitan dengan kepedulian masyarakat yang kurang mampu atau dhuafa yang disebut dengan PLN Peduli, lanjut Rahmat.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Andriansyah mengatakan bahwa program-program Dompet Dhuafa mengelola dana zakat menjadi lebih bermanfaat melalui pelayanan kebutuhan dasar dhuafa seperti kesehatan, pendidikan, sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Seperti yang dilihat dalam program sunat massal dhuafa ini merupakan salah satu kegiatan program kesehatan dompet dhuafa, bahkan hingga saat ini kami memiliki layanan kesehatan Cuma-Cuma (LKC) bagi kaum dhuafa yang bertempat di Kantor Dompet Dhuafa Sulsel. Melalui Sunat Massal Dhuafa akan membantu meringankan beban kewajiban khitan yang biayanya bisa dibilang tak sedikit dan tentunya melaksanakan kewajiban sebagai anak laki-laki muslim melalui sunat atau khitan. Tidak hanya itu, melalui program pemberdayaan dapat memberdayakan kaum dhuafa yang kali ini bekerjasama dengan Lazis UPT PLN Sulselrabar dalam program Gerobak Usaha Mandiri Rumah Produksi dan Program Bedah Rumah.Tentunya kami berterima kasih kepada PLN, moga kita masih bisa bersinergi kembali dalam program-program lainnya lanjut Andriansyah.
Penyerahan Simbolis Program Sunat Massal Dhuafa Lazis PLN UPT Sulselrabar-Dompet Dhuafa Sulsel
Penyerahan Simbolis Program Rumah Produksi Lazis PLN UPT Sulselrabar-Dompet Dhuafa Sulsel
Penyerahan Simbolis Program Bedah Rumah Lazis PLN UPT Sulselrabar-Dompet Dhuafa Sulsel
Dana zakat yang disalurkan yang berasal dari zakat karyawan PLN kemudian disalurkan melalui Dompet Dhuafa Sulsel dengan total dana zakat Rp 177.103.810 Juta dengan rincian program yang terdiri dari Program Sunat Massal Dhuafa sebanyak Rp 27.550.000, Program Ekonomi Gerobak Usaha Mandiri Rumah Produksi sebanyak Rp 60.000.000, dan Program Bedah Rumah Rp. 89.533.810. (Syarif/DDSS)
Relawan Dompet Dhuafa Sulsel menyalurkan bantuan Suntuk Adik Salsakiyya
Makassar- Pada bulan maret 2017 lalu, relawan Dompet Dhuafa Sulsel mendapat kabar tentang Adik Salsakiyya yang membutuhkan uluran tangan kita semua. Salsakiyya, bocah berumur dua tahun Enam bulan anak dari pasangan suami dan istri Dalle (50 tahun) dan Musdalifah (28 tahun) sudah dua tahun menahan sakit. Ada tumor di mata kanannya. Mereka berasal dari Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kab. Polewali Mandar
Salsakiyya yang kini menginjak usia dua tahun lima bulan ini divonis menderita tumor mata stadium empat. Musdalifah, ibu Salsakiyya menuturkan, bahwa anak kelimanya ini awalnya lahir sehat. Kelainan muncul pada usia lima bulan.
Pada kesempatan itu Pangdam VII/ Wirabuana Polewali Mandar telah membantu adik Salsakiyya untuk dirujuk ke Rumah Sakit Pelamonia makassar untuk dilakukan tindakan medis. Kemudian dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Dompet Dhuafa Sulsel mendampingi Ibu Siti menjalani operasi tumor ganas
Pangkep – Semenjak terbentuknya relawan atau Dompet Dhuafa Volunteer Sulsel di Pangkep, beragam informasi yang didapatkan dari relawan terkait berita warga yang membutuhkan pertolongan dan bantuan. Salah satunya adalah ibu Siti yang berasal dari kabupaten Pangkep.
Bapak/Ibu yang kami hormati, kami mendoakan semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat. Di penghujung tahun 2016 ini, ijinkan Dompet Dhuafa Sulsel menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Bapak/Ibu selama ini mengamanahkan donasi melalui Dompet Dhuafa Sulsel.
Alhamdulillah, sepanjang tahun 2016, sinergi dan partisipasi masyarakat Sulsel melalui donasi Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf telah terhimpun sebesar Rp. 1.995.805.519 (per 30 Desember 2016)
Dari amanah donasi Bapak/Ibu kami bisa memfasilitasi lahirnya program-program berbagi yang ditujukan membantu kaum dhuafa dan masyarakat terdampak bencana atas nama kemanusiaan. Selama tahun 2016, program berbagi yang Dompet Dhuafa Sulsel jalankan telah memberi manfaat kepada sekitar 11.471 jiwa, adapun rinciannya sebagai berikut:
1. Total jumlah dana tersalurkan: Rp 1.062.202.093
2. Total jumlah penerima manfaat program: 11.471 jiwa
3. Total jumlah program yg berjalan tahun 2016: 10 program
4. Jumlah penerima manfaat per sektor:
– ekonomi: 98 jiwa Rp 102.558.062
– kesehatan: 1014 jiwa Rp 62.488.400
– pendidikan: 2.408 jiwa Rp 190.202.672
– sosial dakwah: 6.526 jiwa Rp 491.698.044
– kebencanaan/kemanusiaan: 702 jiwa Rp 214.560.915
5. Jumlah kemitraan/kerjasama tahun 2016 : 15 kerjasama
Semoga Donasi yang Bapak/Ibu berikan menjadi amal kebaikan untuk Bapak/Ibu beserta keluarga. Dan semoga sinergi, partisipasi dan berbagi ini akan terus menjadi semangat bersama untuk menghadirkan masyarakat yang jauh lebih baik.
Bagi Bapak/Ibu yang masih ingin berpartisipasi melalui Program-program Dompet Dhuafa Sulsel dapat datang langsung ke kantor Dompet Dhuafa Sulsel atau kami juga melayani layanan Jemput Donasi untuk memberikan kemudahan Bapak/Ibu berbagi dengan sesama di tengah kesibukan sehari – hari. Bapak/Ibu dapat menghubungi kontak kami untuk mendapatkan layanan Jemput Donasi.
Ibu Suriyani dapat tersenyum kembali setelah berjuang melawan kanker payudara yang diderita selama 6 bulan
Sahabat, masih ingat Ibu Suriyani (56) Penderita Kanker Payudara yang tak punya biaya berobat…
Bagaimana kondisinya dulu?
Dia mengaku ketika awal gejala kanker muncul, sempat berobat ke Puskesmas terdekat namun disarankan untuk berobat ke rumah sakit. Alasan tidak punya biaya untuk berobat akhirnya mencari pengobatan alternatif yang mudah didapatkan dengan minim biaya. Akan tetapi usaha untuk menyembuhkan kankernya melalui pengobatan alternatif tidak berhasil. Akhirnya lama kelamaan kanker yang dideritanya mencapai stadium lanjut, dimana sel kanker sudah ganas. Kanker payudara yang diderita selama 6 bulan menimbulkan bongkahan besar tepat di payudara sebelah kanannya. Sehingga membuat ibu Suriyani menjadi cemas, belum lagi cerita dari tetangga dan keluarganya di kampung mengatakan penyakit itu tidak bisa di sembuhkan dan butuh dana besar untuk operasi. Alasan tidak punya biaya sehingga terlambat berobat dan takut dengan biaya besar itu berpotensi menjadi hutang bagi keluarganya yang hanya berprofesi sebagai tukang becak dan anaknya sebagai tukang batu.
Kanker yang dideritanya menimbulkan bongkahan besar pada payudaranya, lama-kelamaan pecah sehingga berlubang yang membuat rasa sakit yang sangat menyiksa ibu Suryani. Mereka tidak tahu mengggunakan dan tidak mengerti alur maupun cara mendapatkan pelayanan kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga mereka sangat membutuhkan pendamping untuk advokasi kesehatan. Meski pada waktu itu ibu Suriyani sudah mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun tidak semua biaya pengobatan ditanggung BPJS maupun KIS termasuk biaya Obat yang tidak disediakan di Rumah Sakit begitupula dengan beberapa kantong darah yang memerlukan biaya.
Berita dari sosial media
Berita tentang Ibu Suriyani penderita kanker yang tak punya biaya berobat mulai tersebar di berbagai media salah satunya di media online, kemudian mendapat respon dari berbagai komunitas yang kemudian mengunjungi beliau meski hanya sekedar mewawancarai dan mengambil foto. Padahal waktu itu dia sangat berharap ada salah satu dari banyaknya tamu yang berkunjung ke rumahnya bisa membawanya ke rumah sakit termasuk berharap ada dermawan yang dapat menanggung biaya berobat ke Rumah Sakit. Ibu Suriyani ditemani anaknya tidak tahu cara menggunakan kartu KIS, sementara waktu itu itu kanker yang yang dideritanya sudah semakin parah yang membuat dirinya tersiksa kesakitan.
Mendengar berita tentang Ibu Suriyani, Dompet Dhuafa Sulsel langsung mengunjungi ibu Suriyani di rumahnya yang beralamat di Jl. Abdullah Dg. Sirua, Makassar. Selanjutnya mengadvokasi dan mendampingi Ibu Suriyani agar segera mendapat pelayanan di rumah sakit. Mulai dari sebelum menjalani operasi hingga pasca operasi kanker, ibu Suriyani terus didampingi Dompet Dhuafa hingga kini bisa tersenyum kembali.
Dompet Dhuafa mensurvey dan memastikan kebenaran info terkait Ibu Suriyani
“Masyarakat miskin seperti kami mana paham cara berobat dan tidak mengerti arahan yang harus kami lakukan di Rumah Sakit, kami pernah dibawa ke rumah sakit oleh lembaga lain tetapi hanya sekedar diantar hingga ke depan pintu rumah sakit saja setelah itu mereka pergi. Setelah itu kami bingung mau buat apa, tidak tahu cara mendaftar menjadi pasien dan tidak mendapat tindakan pelayanan. Mulai pagi hingga sore kami menunggu di rumah sakit, namun tidak mendapat tindakan dan terpaksa kami hanya menunggu hingga pelayanan rumah sakit pulang, karena kami tidak mengerti proses pengobatan di rumah sakit.” ungkapnya Ibu Suriyani kepada tim Dompet Dhuafa
Mendengar cerita langsung dari Ibu Suriyani tentang kondisinya pada waktu itu, Dompet Dhuafa Sulsel merespon dan melakukan perawatan sebelum mendampinginya ke Rumah Sakit.
Kondisi rumah Ibu Suriyani tampak dari luar
Menunggu beberapa Hari kemudian, tim Kesehatan Dompet Dhuafa Sulsel menemani Ibu Suriyani ke Rumah Sakit dan memastikan telah masuk di ruang perawatan Rumah Sakit untuk Operasi pengangkatan Kanker Payudara.
Ibu Suriyani sampai tidak kepikiran kalau bantuan dan pelayanan yang diberikan Dompet Dhuafa bisa sangat total.
“Dompet Dhuafa datang ke rumah saya, mengantar saya ke rumah sakit, ambilkan obat di apotik, membayarkan biayaobat di apotik luar, mengambilkan saya darah di PMI hingga subuh, tiap hari mengunjungi saya di rumah sakit sekedar menanyakan kabar kami dan keperluan tambahan sampai pada pemulangan dari rumah sakit tanpa mengenal waktu, dan membayarkan biaya pengobatan yang tidak ditanggung KIS maupun BPJS ” ungkapan terima kasih Ibu Suriyani kepada Dompet Dhuafa Sulsel atas bantuannya.
Pendampingan yang dilakukan oleh relawan Dompet Dhuafa Sulsel kepada Ibu Suriyani ketika masih dirawat di Rumah Sakit
Hingga kini Ibu Suriyani masih didampingi oleh Dompet Dhuafa Sulsel bersama Relawan dalam mengawal proses perawatan dan pengobatan lanjutan di rumahnya seperti konsultasi kesehatan.
Ibu Suriyani tidak menyangka ada lembaga sosial seperti Dompet Dhuafa. Dia cuma tahu kalau sakit di kota besar seperti Makassar, mereka yang dhuafa akan kesusahan, jarang di perhatikan sama tetangga yang jauh berbeda dengan di kampung. Ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan yang ia dapat.
“Terima kasih yang sebanyak-banyak kepada semua donatur Dompet Dhuafa Sulsel atas segala bantuannya” ucapan terima kasih Ibu Suriyani kepada donatur
Bagaimana kondisinya kini?
Ketika kami berkunjung ke rumah Ibu Suriyani, pada saat itu kondisi langit masih agak putih kehitam-hitaman, hujan dari langit jatuh ke permukaan bumi secara perlahan-lahan dengan suhu udara yang dingin. Meski hari itu cuaca kurang baik namun tak mempengaruhi niat kami untuk mengetahui perkembangan Ibu Suriyani pasca operasi Kanker Payudara. Ketika kami tiba, kami melihat ibu Suriyani dengan wajahnya yang tampak cerah ditambah dengan senyum bahagia. Kami yang berkunjung saat itu menjadi sangat bahagia, karena dapat melihat Ibu Suriyani bisa kembali tersenyum setelah berbulan-bulan melawan kanker payudara yang dideritanya. Meski dalam proses melawan kanker Ibu Suriyani harus merelakan kehilangan salah satu organ tubuhnya akibat kanker payudara yang dideritanya.
Senyum Ibu Suriyani berkat donasi anda melalui Dompet Dhuafa
Sehat Milik Semua
Masyarakat Indonesia khususnya wilayah Sulawesi Selatan memiliki berbagai suku, bahasa, budaya dan adat istiadat yang mayoritas beragama Islam dengan jumlah penduduk yang banyaknya tentunya akan mempengaruhi kehidupan sosial di lingkungannya. Diantara penduduk ada yang kaya dan ada yang miskin/dhuafa. Sakit tidak memandang orang kaya maupun dhuafa, karena sakit dapat menimpa siapapun.
Ketika sakit, orang kaya masih dapat membiayai pengobatannya dengan simpanan uang yang dimiliki, namun bagi mereka yang dhuafa masih harus berjuang untuk mencari biaya pengobatannya meski sudah mendapatkan kartu KIS atau BPJS gratis karena masih ada biaya yang tidak dicover atau tidak ditanggung oleh KIS maupun BPJS seperti yang dialami Ibu Suriyani. Bahkan di berbagai daerah masih ada dhuafa yang belum memiliki kartu kesehatan.
Kaum dhuafa sudah sepantasnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama seperti orang kaya, karena Sehat Milik Semua. Dompet Dhuafa Sulsel sebagai Lembaga Zakat sekaligus Lembaga Kemanusiaan terus memberikan pelayanan kepada dhuafa melalui dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) yang diamanahkan melalui Dompet Dhuafa Sulsel.
Sahabat di luar sana masih banyak Ibu Suriyani yang lain, mari bantu mereka untuk sehat karenaSehat Milik Semua melalui gerakan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf).
Grand Launching Ambulance Terapung ditandai dengan Pemotongan Pita oleh Bapak Bupati Kab. Pangkep
Launching ambulance terapung dompet dhuafa di kab. Pangkep pada tanggal 24 september 2016. Ambulance terapung ini rencananya akan beroperasi di pangkajene kepulauan PANGKEP. Minimnya fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dengan jumlah pulau dan penduduk yang tidak seimbang, angka kematian mulai dari ibu hamil sampai pasien yang tak tertangani dengan cepat. Tak heran kalau sampai saat ini pelayanan kesehatan di kabupaten ini masih menjadi sorotan. Kejadian seperti itu memang terjadi karena berbagai sektor, mulai dari jarak antara pulau yang sangat berjauhan. Secara pulau-pulau yang ada di kabupaten pangkep memang letaknya berjauhan sampai berbatasan ke pulau kalimantan untuk wilayah liukang kalmas dan nusa tenggara barat untuk wilayah liukang tangayya. Sehingga akses untuk menuju pulau tersebut sangat susah.
Diharapkan dari program ini pemerataan pelayanan kesehatan yang meyeluruh. Fasilitas dari ambulance ini ruang tindakan darurat atau mini IGD dan apotik dilengkapi dokter, perawat, bidan dan apoteker. Beberapa kegiatan yang nantinya akan dilakukan diantaranya melakukan pemeriksaan kesehatan di pulau yang pelayanan dan fasilitas kesehatan belum ada. Penyuluhan promosi kesehatan preventif kesehatan dan respon siaga bencana. Terkait akses pelayanan ambulance terapung ini yang nantinya akan di manfaatkan. Hal tersebut akan kembali di diskusikan bersama dengan pemerintah setempat dan dinas kesehatan kabupaten pangkep untuk kelancaran program ambulance terapung tersebut. Tak hanya itu semua pihak terutama donatur yang ingin membantu kelancaran program ini sangat di harapkan. Kehadiran Ambulance Terapung Dompet Dhuafa yang akan menjawab permasalahan pelayanan yang ada di kabupaten Pangkep. (Nas, Program Kesehatan & Kebencanaan)